go green
Recent Issues

Terima Dana Segar Rp 14 T, JD.ID Akan Jadi Startup Unicorn Kelima Indonesia

Terima Dana Segar Rp 14 T, JD.ID Akan Jadi Startup Unicorn Kelima Indonesia

13 Januari 2019, 09:00:02

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia tampaknya segera memiliki startup unicorn yang kelima.
Pasalnya, JD.ID sebagai e-Commerce patungan antara perusahaan Tiongkok JD.com dengan perusahaan lokal disebut-sebut tengah membicarakan kemungkinan suntikan dana terbaru dari Go-Jek.
Mengutip laporan KR-Asia, Sabtu (12/1/2019), Go-Jek kabarnya akan berinvestasi senilai US$ 100 juta di JD.ID.
Jika Go-Jek benar-benar berinvestasi di JD.ID, e-Commerce ini bakal memiliki nilai valuasi sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp 14,4 triliun dan menyandang status sebagai unicorn.
Saat ini, Indonesia telah memiliki empat startup unicorn yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.
Sejauh ini, kabar mengenai investasi ini belum terkonfirmasi. Pihak Go-Jek sendiri belum memberikan komentar atas kabar ini.
Namun demikian jika terbukti kemitraan Go-Jek dan JD.com di Indonesia akan makin meluas.
Pasalnya, raksasa e-Commerce Tiongkok itu pernah menginvetasikan US$ 100 juta yang masuk dalam putaran pendanaan seri E Go-Jek senilai US$ 1,5 miliar.
Sekadar informasi, investor Go-Jek lainnya dalam sindikasi pendanaan tersebut termasuk Google, Tencent Holdings, dan Temasek Holdings.
Belanja JD.ID Lewat Go-Jek?
Aktivitas pekerja melayani konsumen via telepon dan internet saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di kantor perusahaan e-Commerce JD.ID, Jakarta, Rabu (12/12). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Berdasarkan sumber yang dikutip dari The Information, saat ini Go-Jek dan JD.ID mempertimbangkan aplikasi Go-Jek bisa tertaut langsung ke situs belanja JD.ID.
Laporan yang sama menyebut, Go-Jek berencana untuk mengakuisisi saham mayoritas bisnis logistik Indonesia yang sebagian dimiliki oleh JD.com melalui JD Logistic.
Untuk diketahui, JD.ID mulai beroperasi di Indonesia pada November 2015. Tak hanya e-Commerce, kini perusahaan juga menyediakan layanan pengiriman ke 365 kota di Indonesia untuk produk yang dipesan dari JD.ID.
e-Commerce Patungan
Pekerja mengangkut pesanan konsumen saat Harbolnas di kantor perusahaan e-Commerce JD.ID, Jakarta, Rabu (12/12). Perusahaan e-Commerce seperti JD.ID mengalami empat kali lipat peningkatan penjualan selama Harbolnas. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
JD.ID merupakan situs e-Commerce patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh JD.com dan sisanya dimiliki oleh Provident Capital, perusahaan investasi regional yang berafiliasi dengan konglomerat Indonesia.
Laporan itu menyebutkan, Go-Jek kemungkinan akan masuk ke JD.ID sebagai pemegang saham terbesar kedua dan mengakuisisi beberapa saham milik Provident Capital.
Rencananya, investasi Go-Jek untuk JD.ID datang saat pasar e-Commerce Indonesia diperkirakan naik delapan kali lipat sejak 2002 hingga 2017.
Laporan McKinsey per Agustus menyebut, tahun lalu, pasar e-Commerce Indonesia bernilai US$ 8 miliar.

Sumber: Liputan6

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama

21 Januari 2019, 08:52:23

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menjalin kerja sama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko Adi Walujo, ST, MM, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019
21 Januari 2019, 09:00:02

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019 Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019. .....

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen
21 Januari 2019, 09:00:02

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 46 persen dari 188 perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki rasio pembiayaan macet (NonperformingFinance/NPF) kurang dari 1 persen. Berarti, sekitar 86-87 multifinance dapat .....