go green
Recent Issues

Demokrat Tetap Tolak Anggaran Tembok Meksiko, Trump Walk Out

Demokrat Tetap Tolak Anggaran Tembok Meksiko, Trump Walk Out

12 Januari 2019, 09:00:00

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan pergi (walk out) dalam rapat, Rabu (9/1) kemarin, setelah dua petinggi Partai Demokrat AS di Kongres menolak menyetujui proposal pembangunan tembok perbatasan yang diajukannya.

"Dia (Trump) bertanya kepada Ketua Dewan Perwakilan (Nancy) Pelosi `apakah Anda setuju terkait proposal pembangunan tembok yang saya ajukan?` Dia (Pelosi) mengatakan tidak," kata Ketua faksi Demokrat di Senat AS, Chuck Schumer, mengutip percakapan Trump-Pelosi dalam rapat di Gedung Putih.

"Dan dia (Trump) lalu berdiri dan mengatakan `kalau begitu tidak ada hal yang perlu kita bicarakan` dan dia pergi begitu saja," ucapnya menambahkan seperti dikutip Reuters, Kamis (10/1).

Melalui kicuannya, Trump menganggap pertemuannya dengan Pelosi dan Schumer adalah sesuatu yang sia-sia.

"Saya bertanya apakah yang akan terjadi dalam 30 hari ke depan jika saya membuka semua kemungkinan? apakah mereka akan menyetujui pembangunan tembok termasuk pembatasan baja? Nancy mengatakan, TIDAK," kata Trump melalui Twitter.

"Saya katakan sampai jumpa, tidak ada cara lain yang berhasil!"

Rapat itu digelar sebagai upaya pemerintah dan Kongres menyetop penutupan pemerintah (government shutdown) yang sudah berjalan selama 19 hari terakhir.

Penutupan pemerintahan merupakan situasi ketika pemerintah AS dan Kongres gagal menyepakati anggaran negara yang akan dicairkan. Dalam situasi ini, pemerintah AS pada umumnya berhenti menyediakan sejumlah layanan publik dan akibatnya para pegawai negeri terpaksa cuti tanpa digaji.

Penutupan pemerintah AS dimulai sejak akhir Desember 2018 lalu, dan dinyatakan terus berlanjut setelah negosiasi antara kubu Partai Demokrat dan Partai Republik tak mencapai kesepakatan.

Hingga kini, Trump masih berkeras meminta anggaran US$5 miliar untuk membiayai proyek tembok perbatasan AS-Meksiko. Dia menyatakan akan tetap mempertahankan penutupan pemerintahan selama anggaran proyek yang diajukannya belum disetujui.
Penutupan pemerintahan ini berimbas kepada kehidupan masyarakat. Sekitar 800 ribu pekerja terkena dampak penutupan dan terpaksa menganggur tanpa upah sampai pemerintah mengucurkan anggaran.

Bahkan sejumlah pegawai honorer pemerintah AS yang sangat mengandalkan gaji mengaku kelimpungan. Sebab, honor mereka tidak cair saat pemerintahan tutup, padahal mereka harus membayar sejumlah tagihan.

Subsidi bagi warga miskin juga terpaksa terhenti, bersamaan dengan terhentinya semua aktivitas yang dikelola pemerintah, kecuali layanan kesehatan, keamanan dan tahanan.

Sumber: CNNIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama

21 Januari 2019, 08:52:23

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menjalin kerja sama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko Adi Walujo, ST, MM, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019
21 Januari 2019, 09:00:02

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019 Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019. .....

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen
21 Januari 2019, 09:00:02

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 46 persen dari 188 perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki rasio pembiayaan macet (NonperformingFinance/NPF) kurang dari 1 persen. Berarti, sekitar 86-87 multifinance dapat .....