go green
Recent Issues

Jadi Intel Iran, Eks Menteri Israel Terancam Dibui 11 Tahun

Jadi Intel Iran, Eks Menteri Israel Terancam Dibui 11 Tahun

10 Januari 2019, 09:00:04

Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan menteri Israel, Gonen Segev terancam dipenjara selama 11 tahun penjara karena aksi spionase. Dia mengaku menjadi mata-mata untuk Iran.

Kementerian Hukum Israel menyatakan Segev mengaku bersalah karena melakukan spionase dan memberikan informasi kepada Iran yang dianggap musuh negara. Sidang vonisnya akan digelar pada 11 Februari mendatang, seperti dikutip AFP, pada Rabu (9/1).

Mantan menteri energi dan infrastruktur yang menjabat dari 1995 sampai 1996 itu diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa ke Israel, dan ditangkap pada Mei 2018 atas dugaan membantu musuh dalam masa perang dan memata-matai negara.

Segev dicurigai memberikan informasi kepada Iran terkait industri energi, berbagai fasilitas pertahanan, bangunan dan para pejabat di lembaga politik dan keamanan Israel.


Menurut laporan berita dari Channel 10, Segev ditahan di sel isolasi Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) selama sembilan hari, dan tidak diizinkan untuk menghubungi kuasa hukumnya selama masa penahanan.

Persidangan Segev sudah dimulai sejak Juli 2018, tetapi dilakukan secara tertutup. Hanya sebagian materi persidangan yang diungkap ke masyarakat.

Segev sempat mengabdi pada pemerintahan Perdana Menteri Yitzhak Rabin dari Partai Buruh, setelah membelot dan mendukung perjanjian damai Oslo II dengan Palestina.
Segev juga terlibat kasus narkoba. Dia pernah dipenjara karena menyelundupkan 30 ribu pil ekstasi dari Belanda ke Israel menggunakan paspor diplomatik dengan tanggal kedaluwarsa palsu, pada 2004 silam.

Di tahun berikutnya, ia mengakui tuduhan tersebut sebagai bagian perjanjian dengan jaksa.

Segev juga pernah dihukum atas tuduhan percobaan penipuan kartu kredit.

Sumber: CNNIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keluarga Besar Fakultas Hukum UNNAR Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Fakultas Hukum UNNAR Gelar Buka Puasa Bersama

21 Mei 2019, 03:58:22

Momen bulan puasa Ramadhan 1440 Hijriyah dipergunakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Narotama (UNNAR) untuk mempererat silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa. Hal itu diwujudkan dengan digelarnya acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Fakultas Hukum dan mahasiswa program studi Magister Kenotariatan (MKN), Senin 20 Mei 2019 di Conference Hall. Acara buka puasa tersebut diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan di ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia
22 Mei 2019, 09:00:00

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia Donald Trump Jr, putra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sudah bersedia untuk memberikan kesaksian kepada Senat mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016 lalu. Seorang sumber mengatakan kepada Reuters .....

Luncurkan Masterplan, Jokowi Ingin Ekonomi Syariah RI Bangkit
22 Mei 2019, 09:00:00

Luncurkan Masterplan, Jokowi Ingin Ekonomi Syariah RI Bangkit Jakarta -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan peta jalan atau Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi syariah di Indonesia. "Saatnya kita bangkitkan potensi ekonomi syariah di .....

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan
22 Mei 2019, 09:00:00

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) mengatakan pendanaan maupun penggunaan bitcoin untuk terorisme atau melakukan pencucian uang akan menguntungkan aparat hukum untuk menindak. Pasalnya, seluruh transaksi bitcoin berjalan dengan teknologi blockchain yang .....