go green
Recent Issues

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Bandung

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Bandung

09 Januari 2019, 09:00:03

Bandung, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Kota Besar Bandung mengamankan empat perempuan yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online. Mereka disebut masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian.

"Sampai saat ini, Satreskrim Polrestabes Bandung masih melakukan pengembangan terhadap dugaan kasus prostitusi tersebut. Sehingga jajaran reskrim masih secara intensif melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi maupun yang diduga terlibat dalam kasus tersebut," ujar Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (7/1).

Keempat orang tersebut berinisial IA, NA, SR dan FI. IA dan NA disebut berperan sebagai muncikari. Sedangkan SR dan FI merupakan pekerja seks komersial (PSK).

Irman menjelaskan, keempatnya masih dilakukan pemeriksaan mendalam guna menguatkan barang bukti yang ada.

"Masih dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk menguatkan bukti-bukti atas perbuatan yang diduga dilakukan kedua orang tersebut," katanya.

Ketika ditanya tentang tarif yang dipatok muncikari terhadap PSK sebelum dijajakan kepada pria hidung belang, Irman enggan merincinya.

"Kami belum tahu. Penyidikan belum sampai ke sana. Yang pasti, prostitusi online ini telah berjalan dua tahun. Tunggu hasil penyidikan agar kasus ini terungkap dengan jelas. Dua tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Bandung," ujar Kapolrestabes.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan menelusuri jejak rekam hingga jaringan dugaan prostitusi online yang dilakukan para wanita tersebut.

"Agar kita lebih tahu jaringannya siapa yang terlibat kemudian sampai sejauh mana kegiatan prostitusi online yang dilakukan oleh orang-orang yang diduga melakukan prostitusi online," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar M. Rifai mengungkapkan, jajarannya menangkap mereka di sebuah hotel dan apartemen di Kota Bandung, pada Minggu (6/1).

Rifai menjelaskan IA dan NA menjalankan aksinya melalui media sosial Twitter, aplikasi pesan singkat Whatsapp, dan Wechat. Keduanya juga diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang.

Ia menambahkan, penyidik dari kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana peran kedua tersangka tersebut dalam jaringan prostitusi online. "Kami masih dalami untuk pengembangan selanjutnya," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keluarga Besar Fakultas Hukum UNNAR Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Fakultas Hukum UNNAR Gelar Buka Puasa Bersama

21 Mei 2019, 03:58:22

Momen bulan puasa Ramadhan 1440 Hijriyah dipergunakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Narotama (UNNAR) untuk mempererat silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa. Hal itu diwujudkan dengan digelarnya acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Fakultas Hukum dan mahasiswa program studi Magister Kenotariatan (MKN), Senin 20 Mei 2019 di Conference Hall. Acara buka puasa tersebut diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan di ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia
22 Mei 2019, 09:00:00

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia Donald Trump Jr, putra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sudah bersedia untuk memberikan kesaksian kepada Senat mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016 lalu. Seorang sumber mengatakan kepada Reuters .....

Luncurkan Masterplan, Jokowi Ingin Ekonomi Syariah RI Bangkit
22 Mei 2019, 09:00:00

Luncurkan Masterplan, Jokowi Ingin Ekonomi Syariah RI Bangkit Jakarta -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan peta jalan atau Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi syariah di Indonesia. "Saatnya kita bangkitkan potensi ekonomi syariah di .....

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan
22 Mei 2019, 09:00:00

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) mengatakan pendanaan maupun penggunaan bitcoin untuk terorisme atau melakukan pencucian uang akan menguntungkan aparat hukum untuk menindak. Pasalnya, seluruh transaksi bitcoin berjalan dengan teknologi blockchain yang .....