go green
Recent Issues

Warga Terdampak Tsunami Tolak Perubahan Lokasi Relokasi

Warga Terdampak Tsunami Tolak Perubahan Lokasi Relokasi

06 Januari 2019, 09:00:00

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengusulkan lokasi relokasi warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Di lahan seluas enam hektare itu rencananya akan dibangun sejumlah rumah yang diperuntukkan khusus bagi korban tsunami.

Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengatakan, pemilihan lokasi ditetapkan berdasarkan hasil survei tim di lapangan. Berbagai alasan jadi penyebabnya.

Sebelumnya, diusulkan agar warga terdampak tsunami direlokasi ke Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Namun, kondisi wilayah yang tidak memungkinkan membuat Nanang dan pihak Pemkab Lampung Selatan mempertimbangkan kembali dan menggantinya dengan wilayah lain.

Kondisi lahan Desa Way Muli memerlukan adanya pematangan lahan atau land clearing. Hal itu, kata Nanang, akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

"Kalau dibangun di tempat yang sama, itu sama saja kita merencanakan pembunuhan. Makanya kita cari lokasi yang aman untuk warga, karena bencana alam ini tak bisa diduga," ujar Nanang, Jumat (4/1).

Selain itu, kawasan tersebut juga termasuk ke dalam kawasan rawan longsor yang tertera dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan untuk hunian sementara, lanjut Nanang, pihaknya telah menyiapkan tempat di eks Hotel 56 Kalianda untuk 128 kepala keluarga dari daerah pesisir yang masuk wilayah Kecamatan Rajabasa.

"Jika dirasa memang tidak cukup, maka kami akan buatkan shelter-shelter di halaman bekas Hotel 56 Kalianda itu," tambah Nanang.

Penolakan warga
Usulan anyar terkait lokasi relokasi itu memantik respons warga terdampak tsunami Selat Sunda. Sebagian warga menolak usulan tersebut dan tak mau tinggal jauh dari desa yang telah ditinggalinya selama bertahun-tahun.

"Ya, kan, desa ini tempat kami mencari nafkah sebagai nelayan. Dan, di sini juga kami membangun. Kami ingin tetap di sini," ujar salah seorang warga Desa Kunjir, Nurlaila, saat ditemui di tenda pengungsian.

Jika pun pemerintah berencana untuk merelokasi, Laila berharap lokasi yang dipilih tak terlalu jauh dari tempat mereka sebelumnya.

"Saat Pak Jokowi datang, kami sudah bicara langsung dan mau direlokasi. Tapi tempatnya jangan jauh dari tempat tinggal kami semula, Pak Jokowi mau mendengarkan keluhan kami," ungkap Laola.

Hal yang sama juga dikatakan Bakri, warga Desa Sukaraja, yang rumahnya rata dengan tanah akibat terjangan gelombang tsunami. Dia pun menolak jika harus direlokasi ke lokasi anyar yang terbilang jauh dari Sukaraja.

"Saya, sih, setuju aja kalau mau direlokasi sama pemerintah daerah. Tapi, relokasinya ya, jangan jauh dari tempat tinggal saya sebelumnya," ujar Bakri.

Bakri dan sejumlah warga yang menolak merasa takut jika lokasi hunian yang baru membuat mereka kehilangan mata pencahariannya sebagai nelayan.

"Saya takut nanti bingung mau kerja apa kalau tempat tinggalnya jauh dari laut," kata Bakri.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama

21 Januari 2019, 08:52:23

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menjalin kerja sama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko Adi Walujo, ST, MM, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019
21 Januari 2019, 09:00:02

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019 Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019. .....

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen
21 Januari 2019, 09:00:02

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 46 persen dari 188 perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki rasio pembiayaan macet (NonperformingFinance/NPF) kurang dari 1 persen. Berarti, sekitar 86-87 multifinance dapat .....