go green
Recent Issues

Rezim Maduro Kepung Gedung Parlemen yang Dikuasai Oposisi

Rezim Maduro Kepung Gedung Parlemen yang Dikuasai Oposisi

23 Mei 2019, 09:00:00

Pemimpin oposisi sekaligus ketua Majelis Nasional atau parlemen Venezuela, Juan Guaido, menuduh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro memblokade kantornya untuk "membungkam" para penentang.

Guaido, yang juga telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, mengatakan pasukan keamanan rezim Maduro menghalangi sejumlah anggota Majelis Nasional untuk memasuki gedung.
Ia mengatakan kantornya telah "diduduki secara militer" oleh pasukan keamanan termasuk Garda Nasional dan badan intelijen SEBIN. Kedua pasukan itu selama ini dikenal sebagai "pasukan yang brutal, tapi tidak meyakinkan."
Seorang anggota parlemen, Manuela Bolivar, menuturkan "pasukan keamanan menggunakan alasan bahwa ada alat peledak di dalam Majelis Nasional."
Blokade ini dikabarkan terjadi ketika Majelis Nasional berencana menggelar rapat untuk mendiskusikan tuntutan Mahkamah Agung terhadap sejumlah anggota parlemen yang mendukung demonstrasi oposisi pada 1 Mei lalu.

Mahkamah Agung, yang berada di kubu Maduro, juga telah mencabut kekebalan hukum 14 anggota Majelis Nasional akibat terlibat demonstrasi besar-besar untuk menuntut pergantian rezim itu.
Majelis Nasional merupakan satu-satunya institusi pemerintah Venezuela yang dikuasai oposisi. Guaido menganggap Majelis Nasional sebagai satu-satunya "badan sah yang diakui di seluruh dunia."
Ia memastikan blokade tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan menghalangi pertemuan Majelis Nasional.
"Besok kami akan berada di sini untuk menggelar sesi rapat lagi. Kami akan berkumpul kembali dan membiarkan rezim memutuskan apakah ingin melanjutkan tindakannya yang berarti bunuh diri secara politik," kata Guaido seperti dikutip AFP.
Aparat keamanan terus meluncurkan tindakan keras terhadap oposisi setelah Guaido menggagas demo "pemberontakan" pada 1 Mei lalu.

Politikus 35 tahun itu mendapat dukungan dari sejumlah anggota militer yang membelot dari Maduro dalam protes yang berakhir ricuh di beberapa kota itu.
Sebanyak lima orang tewas dan lebih dari 200 orang ditangkap akibat demonstrasi tersebut. Wakil Ketua Majelis Nasional, Edgar Zambrano, juga ditangkap SEBIN karena dituduh melakukan "pengkhianatan, konsprirasi, dan pemberontakan sipil."
Sementara itu, sejumlah anggota parlemen lainnya dilaporkan masih berlindung di misi diplomatik negara asing yang berada di Venezuela.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama

23 Agustus 2019, 06:36:35

Sebanyak 96 siswa dan 6 guru pendamping Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) “Pawiyatan” Surabaya melakukan Kunjungan Industri ke kampus Universitas Narotama (UNNAR) pada Kamis, 22 Agustus 2019. Kedatangan rombongan SMK Pawiyatan disambut langsung oleh Kaprodi Sistem Komputer (FIK) Slamet Winardi, ST, MM dan Direktur Marketing, Qausya Faviandhani, SE, MM di Plaza Gedung E UNNAR. Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh para siswa untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pengusaha Fintech Bakal Rilis Kode Etik Bersama Bulan Depan
24 Agustus 2019, 09:00:01

Pengusaha Fintech Bakal Rilis Kode Etik Bersama Bulan Depan Jakarta -- Perusahaan berbasis teknologi yang memberikan layanan keuangan (financial technology/fintech) akan menerbitkan kode etik (code of conduct) bersama terkait prinsip-prinsip dasar bisnisnya. Rencananya, kode etik ini akan diluncurkan pada .....