go green
Recent Issues Bomber Nuklir AS Bakal Mangkal di Australia Bomber Nuklir AS Bakal Mangkal di Australia

10 Maret 2016, 20:28:07

CANBERRA – Amerika Serikat (AS) tengah melakukan negosiasi dengan Australia untuk menggilir pesawat pengebom jarak jauh dan pesawat tanker, termasuk jenis Rockwell B-1 Lancer yang mampu membawa senjata nuklir. Tahun lalu, Australia membantah pernyataan pejabat AS mengenai rencana ini.
“Kami dalam proses pembicaraan mengenai rotasi pasukan, bomber dan tanker dari Australia dan memberikan kesempatan untuk berlatih bersama dengan Australia,” kata Komandan Angkatan Udara AS di Pasifik, Jenderal Lori Robinson seperti dikutipAustralia Broadcasting Corporation, Kamis (10/3/2016).
Pesawat pengebom itu akan diterima secara rutin di Pangkalan Udara Tindal dan Darwin di Australia Utara. Selain Bomber B-1, AS kemungkinan juga akan memperluas misi bomber B-52 dari Australia yang saat ini telah berlangsung.
Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengakui jika hal ini disepakati, maka Angkatan Udara AS akan memiliki pengaruh yang lebih besar di Negeri Kanguru.
“Enhanced Air Cooperation Initiative (Perkuatan Inisiatif Kerjasama Udara), yang merupakan bagian dari inisiatif Force Posture, sedang dalam pengembangan dan akan menghasilkan pertukaran elemen AU AS melalui Australia Utara,” ujar Marise.
Sementara Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menolak berkomentar mengenai hal ini.
Rencana pertukaran pasukan ini diumumkan di tengah ketegangan yang semakin meninggi antara AS dengan mitra dagang terbesar Australia, China di wilayah Pasifik terutama di Laut China Selatan. Sebagaimana diketahui, Beijing tengah bersengketa dengan beberapa negara terkait klaim sekelompok pulau di kawasan itu.
Meski AS sendiri tidak memiliki klaim teritorial di sana, Washington DC berkeras daerah itu harus menjadi sebuah wilayah internasional yang aksesnya, tidak dapat dibatasi oleh salah satu negara.
Untuk menegaskan sikapnya itu, kapal perang dan pesawat AS lalu lalang di perairan dan wilayah udara yang diklaim China, sebuah langkah yang dianggap provokatif oleh Beijing.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Seminar Masa Depan Berkumpul dan Berserikat dalam UU Ormas Seminar Masa Depan Berkumpul dan Berserikat dalam UU Ormas

16 November 2017, 01:30:27

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) menjadi Undang-Undang melalui Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Namun pengesahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas tersebut masih terjadi pendapat yang pro dan kontra baik oleh anggota fraksi di DPR maupun masyarakat. Fakultas Hukum Universitas Narotama (UNNAR) menyikapi pendapat pro dan kontra tersebut dengan menyelenggarakan seminar `Masa Depan Berkumpul dan Berserikat dalam Undang-Undang Organisasi Masyarakat` yang berlangsung di Conference Hall UNNAR pada Senin, 13 November 2017. Narasumber adalah Prof. Yuzuru Shimada (Graduate School of International Development, Nagoya University, [...]

Selengkapnya        print  word  pdf

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Menaker Adakan Pelatihan Usaha Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Menaker Adakan Pelatihan Usaha
17 Oktober 2017, 04:27:57

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengajak seluruh dunia usaha lebih optimal memberdayakan masyarakat, dengan memberikan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan. Pelatihan kewirausahaan dapat membantu perkembangan bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah .....
     
  • Dinilai Tak Optimal, Dana Desa Ternyata Belum Menyentuh Warga Pelosok
  • Mati Suri! 103 Koperasi Segera Ditutup
  • Terungkap! Penggunaan Pupuk Berlebihan Penyebab Mahalnya Harga Beras di RI
  • Harga Pangan Hari Ini, Bawang Putih Dijual Rp55.781/Kg
  • Harga Ayam Kembali Jatuh karena Pasokan Melimpah
  • ....... Berita Lainnya
  •             www.narotama.ac.id

    Calculating page load time...