go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Dua Siswi SMP Kelas IX Asal Surabaya ini Sulap Limbah Popok jadi Beton

Dua Siswi SMP Kelas IX Asal Surabaya ini Sulap Limbah Popok jadi Beton

25 Februari 2020, 09:00:07

JawaPos.com – Sebanyak 134 proyek penelitian diperlombakan dalam gelaran Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa (SKB) Tangerang Selatan, Jumat (21/2). Di antaranya adalah beton dari limbah popok bayi.
Inovasi ini dikembangkan oleh Vivi Amelia dan Gizza Nala dari SMPN 18 Surabaya. Mereka membuat beton dengan ukuran menyerupai batu bata. Untuk setiap beton ini, mereka mencampurkan lima limbah popok bayi. Vivi menceritakan inovasinya berawal dari kondisi pencemaran di sekitar jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura. Di sekitar jembatan itu banyak ditemukan limbah popok bayi. Dia mengaku sempat mengumpulkan limbah popok bayi sampai tiga keranjang.

“Pokoknya banyak banget,” kata siswi kelas IX itu.
Kemudian dia berkonsultasi ke ke guru untuk membuat inovasi yang bisa mengurangi limbah popok tersebut. Akhirnya ditemukan inovasi mencampur limbah popok bayi dengan adonan beton.
“Yang dipakai bagian dalamnya popok. Bentuknya seperti serat,” katanya.
Prosesnya popok dibersihkan dari kotoran. Kemudian dicacah untuk diambil seratnya. Setelah itu tinggal dicampur pada adonan beton. Adonan beton terdiri dari semen, pasir, dan kerikil. Semula untuk membuat satu beton, mereka mencampur dua popok. Ternyata hasilnya kurang maksimal. Beton yang dihasilkan mudah pecah. Sampai akhirnya ditemukan bahwa campuran yang ideal adalah lima popok untuk satu beton.
Pembukaan ISPO sekaligus Olimpiade Seni dan Budaya Indonesia (OSEBI) dipimpin langsung Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Dia menyampaikan apresiasi luar biasa kepada para siswa.
“Gagasan mereka telah melampaui usianya,” katanya.
Benyamin mengatakan akan memberikan ruang seluas-luasnya untuk inovasi-inovasi anak-anak. Khususnya anak-anak dari Tangerang Selatan.

Dia juga berpesan kepada peserta bahwa juara sejati adalah yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Yakni bisa mengalahkan rasa sombong, rasa paling pintar, dan sejenisnya. “Selamat berkompetisi,” pungkasnya.

Sumber : Jawapos.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pemkot Surabaya Bantu Penyemprotan Disinfektan di Kampus Universitas Narotama Pemkot Surabaya Bantu Penyemprotan Disinfektan di Kampus Universitas Narotama

04 April 2020, 08:41:59

Universitas Narotama kembali melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan kampus pada hari Rabu (1/4/2020). Bahkan untuk penyemprotan disinfektan yang kedua ini, Pemkot Surabaya turut membantu dengan mobil khusus penyemprot terutama area yang berada di luar ruang gedung. Penyemprotan disinfektan yang pertama dilakukan di lingkungan kampus Universitas Narotama pada hari Jumat (20/3/2020). Semua ruangan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia
02 April 2020, 09:00:01

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia JakartaPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hewan bisa tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia yang terkena penyakit Covid-19. Hal ini diungkap peneliti LIPI Sugiyono Saputra atas kasus penularan Covid-19 terhadap .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....