go green
Recent Issues

Harga Bahan Pokok Kompak Turun pada Pertengahan September

Harga Bahan Pokok Kompak Turun pada Pertengahan September

17 September 2019, 09:00:03

Jakarta -- Mayoritas harga pangan turun pada Senin (16/9). Harga cabai yang dua pekan sebelumnya melonjak tajam, kini terlihat lebih murah.

Berdasarkan laman resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga cabai merah besar turun Rp3.700 per kilogram (kg) atau 8,46 persen menjadi Rp40.050 per kg dari Jumat (13/9) kemarin yang masih berada di level Rp43.750 per kg.

Bahkan, masyarakat di Kota Jambi bisa mendapatkan harga yang lebih murah di kisaran Rp32 ribu per kg. Begitu juga di Jawa Tengah, khususnya di Kota Tegal yang bisa mendapatkan cabai merah besar dengan harga Rp23.750 per kg.

Lalu, harga cabai merah keriting terpantau di Rp47.200 per kilogram. Harga tersebut lebih murah Rp1.750 per kg atau 3,58 persen dari sebelumnya yang di Rp48.950 per kg. Di beberapa kota harganya terlihat lebih murah dari harga rata-rata, misalnya Kota Bandar Lampung sebesar Rp45 ribu per kg dan Kota Gorontalo sebesar Rp40 ribu per kg.

Sementara, harga rata-rata cabai rawit merah kini sebesar Rp67.500 per kg. Harganya lebih rendah 3,78 persen atau Rp2.650 per kg dari sebelumnya yang sebesar Rp70.150 per kg.

Namun, harga komoditas itu terlihat lebih murah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, yakni masing-masing Rp43.500 per kg dan Rp41.500 per kg. Hanya saja, harga cabai rawit merah di Gorontalo masih mencapai Rp80 ribu per kg, Sulawesi Tenggara Rp73.750 per kg, dan Maluku Rp100.650 per kg.

Selain cabai, rata-rata harga bawang juga ikut menurun pekan ini. Bawang merah ukuran sedang misalnya, harganya sekarang turun 3,79 persen atau Rp900 per kg dari Rp23.750 per kg menjadi Rp22.850 per kg.

Senada, harga bawang putih ukuran sedang juga terpantau turun Rp900 per kg atau 2,77 persen dari Rp menjadi Rp31.550 per kg dari Rp32.450 per kg. Di beberapa daerah harganya bervariasi, misalnya Kalimantan Barat sebesar Rp29.150 per kg, Kalimantan Timur Rp30.900 per kg, dan Jawa Timur Rp26.500 per kg.

Harga pangan lainnya yang juga dijual lebih murah, yakni daging sapi kualitas 1 yang turun 0,17 persen atau Rp200 per kg dari Rp121.200 per kg menjadi Rp121 ribu per kg. Kemudian, gula pasir lokal yang dibanderol Rp12.800 per kg, turun Rp100 per kg atau 0,78 persen dari Rp12.900 per kg menjadi Rp12.800 per kg.

Di sisi lain, harga minyak goreng masih merangkak seperti pekan sebelumnya. Bila dirinci, harga minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 4,5 persen atau Rp650 per kg dari Rp14.450 per kg menjadi Rp15.100 per kg dan minyak goreng kemasan bermerek 2 naik 2,56 persen atau Rp350 per kg dari Rp13.650 per kg menjadi Rp14 ribu per kg.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump
15 Oktober 2019, 09:00:33

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, berjanji akan bekerja sama dalam membantu penyelidikan dalam proses pemakzulan Presiden Donald Trump yang tengah dilakukan Kongres. Diduga hal ini berkaitan dengan sikap Trump yang sempat .....

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS
15 Oktober 2019, 09:00:00

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS

Botika merupakan perusahaan rintisan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan produk chatbot atau asisten chat pintar untuk menjawab pertanyaan. Botika ini diklaim dapat menggantikan peran Customer Service. Pendiri dan CEO Botika .....