go green
Recent Issues

Twitter Tangguhkan 166 Ribu Akun Konten Terorisme

Twitter Tangguhkan 166 Ribu Akun Konten Terorisme

15 Mei 2019, 09:00:00

Twitter menangguhkan 166.153 akun yang berisi konten terorisme. Dilansir dari Reuters, penangguhan tersebut dilakukan pada paruh kedua 2018 lalu.

Bersama dengan Facebook dan Google, Twitter berada di bawah tekanan dari regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten ekstrem lebih cepat atau menghadapi undang-undang yang lebih berat.
Dalam laporan transparansi terakhirnya, perusahaan mengatakan alat pencariannya menghasilkan 91 persen akun yang mempromosikan konten terorisme ditangguhkan secara proaktif oleh teknologi internal.

Twitter menangguhkan 166.153 akun antara Juli dan Desember lalu karena mempromosikan terorisme. Angka ini turun 19 persen dari 205.156 akun yang ditangguhkan dalam enam bulan sebelumnya.
"Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang sedang kami amati. Dari tahun ke tahun jumlah organisasi teroris yang mencoba menggunakan layanan kami berkurang," Sinead McSweeney, Wakil Presiden Twitter untuk Kebijakan Publik mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Ini dapat dikaitkan dengan pendekatan teknis yang kuat yang telah kami tingkatkan selama bertahun-tahun, "katanya.


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019 Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019

14 Juni 2019, 09:33:20

Momen Hari Raya Idul Fitri serasa belum lengkap jika kita tidak dapat berjabat tangan dan saling minta maaf–memaafkan secara langsung. Keluarga besar Universitas Narotama (UNNAR) menyempurnakan rangkaian perayaan Idul Fitri 1440 Hijriyah dengan mengadakan Halal Bihalal yang dilaksanakan di Conference Hall Gedung C, Kamis siang, 13 Juni 2019. Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh mubaligh Dr. KH ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Banyak Hoaks, Polisi Patroli di Grup WhatsApp
16 Juni 2019, 09:00:02

Banyak Hoaks, Polisi Patroli di Grup WhatsApp Polisi menilai peredaran hoaks di WhatsApp menurutnya lebih banyak dibandingkan media sosial lain seperti Facebook, Instagram atau Twitter. Sehingga, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyebut pihaknya melakukan patroli siber .....