go green
Recent Issues

Forum Guru-Ortu Laporkan Indikasi Kecurangan PPDB ke Ombudsman Jabar

Forum Guru-Ortu Laporkan Indikasi Kecurangan PPDB ke Ombudsman Jabar

21 Juli 2019, 09:00:10

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) dan Asosiasi Komite Sekolah Indonesia (Askida) menemukan indikasi pelanggaran pada PPDB SMA tahun 2019. Mereka melaporkan temuan tersebut kepada Ombudsman Jabar.

Ketua FAGI Iwan Hermawan menuturkan, sejumlah pelanggaran diduga terjadi pada pelaksanaan PPDB SMA tahun 2019. Sebab dari laporan yang diterimanya terdapat sejumlah siswa yang diterima melalui jalur ilegal.
"Ternyata berdasarkan laporan dari masyarakat dan beberapa sumber yang dipercaya, ada penambahan-penambahan siswa di luar jalur online. Contohnya satu sekolah kuotanya 34 orang per rombongan belajar, tapi tiba-tiba setelah selesai pengumuman menjadi 36. Berarti ada 2 orang per kelas, kalau 10 kelas berarti ada 20 orang. Kalau di Kota Bandung kurang lebih ada 540 hak siswa yang tidak bisa masuk, tapi akhirnya diisi oleh orang-orang yang diindikasi merupakan titipan-titipan dari berbagai pihak," kata Iwan saat ditemui di Kantor Ombudsman Jabar, Kota Bandung, Kamis (18/07/19).

Dia bahkan menyebut, indikasi jual bangku sekolah masih saja terjadi. Apalagi sejumlah pihak mencoba memanfaatkan kedekatan dengan orang penting agar anaknya diterima di sekolah yang diinginkan.
"Perlu diketahui bahwa yang titip ini kan ada rekomendasi dari pejabat pemerintah, pimpinan-pimpinan organisasi, ada yang lewat biro jasa dan ada yang langsung ke sekolah. Nah tidak menutup kemungkinan adanya jual beli kursi. Oleh karena itu ini yang perlu diteliti Ombudsman, ada enggak perbedaan pengumuman ketika online tanggal 29 Juni dengan kondisi sekarang. Kalau memang itu lebih, pasti itu adalah titipan," ujar Iwan.

Selain itu, pihaknya juga menemukan dugaan pelanggaran lainnya. Dia menyebut pengumuman PPDB online dilakukan secara tak transparan karena tidak menyantumkan peringkat hasil seleksi. Saat pengumuman hanya memuat nomor pendaftaran, nama siswa dan asal SMP.
"Sebetulnya diamanahkan oleh Juknis PPDB bahwa pengumuman itu memuat nomor urut pendaftaran, nama siswa, asal SMP dan peringkat hasil seleksi. Nah peringkat hasil seleksi ini tidak dibuka. Sehingga masyarakat bertanya-tanya, apa yang menyebabkan siswa itu tidak diterima. Dan yang terpenting tidak ada pedoman lagi untuk tahun depan, berapa passing grade sekolah itu untuk jalur zonasi, prestasi dan kombinasi," katanya.

Dari berbagai dugaan pelanggaran tersebut, pihaknya mendorong Ombudsman Jabar untuk segera melakukan investigasi.
"Jika setelah diinvestigasi nanti betul terdapat pelanggaran, maka sesuai dengan Pergub No 16 pasal 39, gubernur memberikan sanksi kepada siapapun, khususnya ASN yang melakukan pelanggaran terhadap Pergub. Kami juga menuntut sekolah-sekolah segera membuka daftar pengumuman yang memuat peringkat seleksi di tiap sekolah sebagaimana amanat juklak dan juknis PPDB yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jabar," kata Iwan.


Sementara itu Kepala Ombudsman Perwakilan Jabar Haneda Sri Lastoto menyatakan, akan menindaklanuti laporan tersebut. Namun pihaknya akan mempelajari terlebih dulu berkas laporan yang diajukan.
"Laporan ini masih tahap awal dan tentunya sesuai dengan UU 37 tahun 2008 dan PU 26 tahun 2017, kami harus memastikan dulu mengenai syarat formal dan materialnya dan itu nanti akan diperiksa oleh Tim PVL (Penerimaan dan Verifikasi Laporan). Tim PVL inilah yang nanti akan memastikan jika terpenuhi akan masuk dulu pada rapat pleno kantor Ombudsman dan kemudian diserahkan ke tim riksa," ujar Haneda.
Menurutnya, bila sudah memenuhi syarat, laporan ini akan ditindaklanjuti 1-2 hari ke depan.






Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan

15 Agustus 2019, 02:42:08

Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Belajar Mikrotik yang menyediakan sarana praktek berupa perangkat Mikrotik menyelenggarakan lokakarya "Network Management" di laboratorium FIK, Rabu (14/8/2019). Kegiatan ini dengan instruktur Benediktus Anindito, S.Kom, M.MT (dosen FIK bidang keahlian jaringan komputer) yang didukung pula oleh Axelbit dan Kelompok Linux Arek Surabaya (KLAS). Lokakarya ini digelar sekaligus sebagai tindak lanjut dari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan
15 Agustus 2019, 09:00:35

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan

Otoritas BandaraHong Kong membatalkan seluruh penerbangan dari wilayah itu setelah demonstran kembali melumpuhkan bandara pada Selasa (13/8) sore. "Operasional Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan telah dibatalkan," .....

Jokowi Segera Putuskan Larangan Ekspor Bijih Mineral
17 Agustus 2019, 09:00:00

Jokowi Segera Putuskan Larangan Ekspor Bijih Mineral Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan keputusan akhir tentang larangan ekspor bijih mineral atau ore. Sebelumnya, pemerintah sempat menyebutkan bakal .....

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi
15 Agustus 2019, 09:00:35

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKIJakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasiluji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas. Gubernur DKI .....