go green
Recent Issues

Terungkap! Penggunaan Pupuk Berlebihan Penyebab Mahalnya Harga Beras di RI

 Terungkap! Penggunaan Pupuk Berlebihan Penyebab Mahalnya Harga Beras di RI

22 Juni 2017, 09:00:52

JAKARTA - Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) menilai pengunaan pupuk berlebihan menjadi salah satu faktor penyebab harga beras di Indonesia terlalu mahal jika dibandingkan dengan beras yang dijual di beberapa negara Asia Tenggara.

"Vietnam dan Thailand lebih murah karena kepemilikannya lebih luas, penggunaan pupuk rendah karena mereka mengandalkan banjir sungai Mekong. Mungkin penggunaannya hanya sepersepuluh dari kita," kata Ketua Umum Perpadi, Soetarto Alimoeso pada diskusi tentang Kesejahteraan Petani di Jakarta.

Soetarto mengatakan penggunaan pupuk padi di Indonesia, contohnya di Karawang bisa mencapai 500 kilogram per hektare, padahal takaran penggunaan pupuk memegang porsi besar harga jual beras.

Di sisi lain, negara tetangga, seperti Vietnam dan Thailand hanya menggunakan pupuk satu per sepuluh dari rata-rata penggunaan pupuk oleh petani di Indonesia.

Menurut dia, penggunaan pupuk yang tinggi membuat ongkos produksi gabah di tingkat petani menjadi lebih mahal.

Selain itu, kepemilikan lahan pertanian Vietnam dan Thailand juga jauh lebih luas dibandingkan lahan Indonesia yang semakin terkonversi atau alih fungsi menjadi lahan perkebunan.

"Petani padi kita umumnya petani sambilan. Oleh karenanya rata-rata luas lahannya sangat sempit. Kalau dibanding dengan negara ASEAN umumnya, beras kita memang terlalu mahal. Kenapa? karena lahannya sempit," ungkap Soetarto.

Seperti diketahui, organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat harga beras Indonesia lebih tinggi dibandingkan harga beras internasional.

Ada pun harga beras Indonesia pada 2016 berada di level USD1 per kilogram (kg), sedangkan harga beras rata-rata internasional hanya sekitar USD0,4 per kg.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama Universitas Narotama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Menjalin Kerja Sama

21 Januari 2019, 08:52:23

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menjalin kerja sama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko Adi Walujo, ST, MM, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019
21 Januari 2019, 09:00:02

Surat Miskin Tak Lagi Dipakai di Penerimaan Siswa Baru 2019 Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019. .....

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen
21 Januari 2019, 09:00:02

87 Perusahaan Pembiayaan Bisa Manfaatkan DP Nol Persen Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 46 persen dari 188 perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki rasio pembiayaan macet (NonperformingFinance/NPF) kurang dari 1 persen. Berarti, sekitar 86-87 multifinance dapat .....