go green
Recent Issues

3 Warga AS yang Ditahan Korut Mohon Bantuan untuk Bebas

3 Warga AS yang Ditahan Korut Mohon Bantuan untuk Bebas

03 September 2014, 09:00:04

Pyongyang - Tiga warga negara Amerika Serikat yang ditahan oleh Korea Utara memohon untuk dibebaskan. Mereka mendorong pemerintah AS mengirimkan utusan ke negara komunis tersebut demi merundingkan pembebasan mereka.

Pesan ketiga warga AS ini disampaikan dalam wawancara langka dengan media AS, CNN, baru-baru ini. Kenneth Bae, Jeffrey Fowle dan Matthew Miller terlihat tegang dalam wawancara tersebut.

Namun mereka menjelaskan kondisi dan situasi yang mereka hadapi di negara otoriter tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (2/9/2014).

"Teruslah berdoa untuk saya," ucap Bae, warga AS yang ditahan paling lama di Korut, dalam pesannya kepada keluarga dan rekannya. Menurut Bae, dirinya bekerja selama 8 jam setiap harinya, selama 6 hari setiap minggu dalam kamp kerja paksa di Korut.

Bae menuturkan, dirinya diperlakukan semanusiawi mungkin di Korut, namun dia mengingatkan bahwa kondisi kesehatannya terus memburuk. Bae mendesak AS untuk bertindak secepat mungkin menyelamatkannya.

"Saya meminta pemerintah AS untuk mengirimkan utusannya sesegera mungkin. Saya pikir hanya itu satu-satunya harapan yang saya miliki sekarang," ujarnya.

Bae ditangkap pada November 2012 lalu, dan kemudian divonis 15 tahun kerja paksa atas dakwaan berupaya menggulingkan pemerintah Korut. Sedangkan Fowle masuk ke wilayah Korut pada 29 April lalu dan ditahan setelah dilaporkan meninggalkan Alkitab di salah satu hotel.
Sedangkan Miller ditangkap pada April lalu setelah dia menyobek visanya di kantor imigrasi setempat dan menuntut diberi suaka oleh negara komunis tersebut.

Ketiganya berbicara kepada CNN di sebuah hotel yang ada di ibukota Pyongyang. CNN menyebutkan, timnya yang telah berada di Korut dalam kunjungan tur resmi, secara mendadak diminta untuk mewawancarai ketiga warga AS tersebut.

"Saya dalam kondisi baik saat ini, tapi saya ingin orang-orang tahu bahwa saya putus asa, saya putus asa untuk mendapat bantuan," ucap Fowle, yang meminta agar mantan presiden AS Bill Clinton atau George Bush dikirimkan ke Korut sebagai utusan khusus.

"Situasi saya sangat mendesak ... saya pikir wawancara ini merupakan kesempatan terakhir saya untuk mendorong pemerintah Amerika agar membantu saya," tutur Miller.
Source : news.detik.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....