go green
Recent Issues

Ribuan Warga Palestina Bentrok dengan Aparat Israel

Ribuan Warga Palestina Bentrok dengan Aparat Israel

16 Mei 2013, 09:30:01

Aulia Akbar - Okezone
Foto : Warga Palestina rayakan Hari Nakba di alun-alun Ramallah (Reuters)

RAMALLAH - Dalam perayaan Hari Nakba ke-65, warga Palestina berdemo untuk memperingati hari yang menyebabkan kesengsaraan bagi warga Palestina karena pembentukan Israel. Mereka pun bentrok dengan aparat keamanan Israel di Tepi Barat.

Ribuan warga Palestina itu melakukan marching ke alun-alun Ramallah. Banyak di antara mereka yang membawa spanduk bertuliskan nama-nama desa yang digusur Israel puluhan tahun yang lalu.

Beberapa orang demonstran juga berunjuk rasa di Kota Hebron di Tepi Barat, dan penjara di dekat Ramallah. Sejumlah warga Palestina terluka dalam insiden itu.

"Demi masa depan saya dan demi kembalinya tanah keluarga saya, saya tidak ingin ada negosiasi yang tidak berguna ini, kami menginginkan perlawanan dengan senjata," ujar seorang remaja Palestina berusia 15 tahun, Ahmed al-Bedu, seperti dikutip Reuters, Kamis (16/5/2013).

Sementara itu, polisi Israel di Yerusalem terus berkelahi dengan para demonstran. Mereka melempari demonstran dengan gas air mata, dan menangkap beberapa orang yang dituduh menghasut kekerasan. Yerusalem kini dijaga dengan ekstra-ketat oleh Israel.

Seperti diketahui, Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada 14 Mei 1948 tepat pada saat Inggris mengakhir pendudukannya di Palestina. Lima bulan kemudian, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi usulan untuk membelah Palestina menjadi Negara Arab dan Yahudi, usulan itu langsung dikecam oleh negara-negara Arab.

Berdirinya Israel memaksa warga-warga Arab Palestina diusir dari tempat tinggalnya dan dilarang untuk kembali. Mereka tersebar ke negara-negara Arab lain di Timur Tengah.

Menurut laporan dari pejabat Palestina yang dirilis pekan ini, 5,3 juta warga Palestina tercatat sebagai pengunggsi oleh PBB. Mereka ada di Suriah, Lebanon, Yordania, Tepi Barat dan Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas adalah seorang pengungsi dari kota yang saat ini menjadi wilayah utara Israel. Abbas pun terus dikecam karena mengatakan pada Israel bahwa dirinya sama sekali tidak ingin mengklaim tanah kelahirannya dan pulang ke kota tersebut.

Saat ini, Palestina mendambakan sebuah negara merdeka dengan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Namun Israel menegaskan, Yerusalem adalah wilayah yang tidak bisa dibagi-bagi. (AUL)
Berita Selengkapnya Klik di Sini

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat
22 Agustus 2019, 09:00:01

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan memecat semua penasihatnya lantaran tak sanggup menggaji pegawai. Kantor Kepresidenan Palestina tidak menjelaskan jumlah penasihat presiden yang diputus kontrak kerjanya. Kantor tersebut hanya merujuk pada .....