go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Ancaman Virus Corona Bagi Angka Wisatawan ke Bali dan Thailand

Ancaman Virus Corona Bagi Angka Wisatawan ke Bali dan Thailand

31 Januari 2020, 09:00:02

Pemerintah provinsi (Pemprov) Bali menunda perhelatan tahunan Festival Kintamani menyusul adanya wabah virus corona, yang menyebar dari Wuhan, Cina. Penundaan ini adalah bentuk upaya pencegahan terhadap penyebaran virus yang dapat mematikan tersebut. Bali Kintamani Festival yang seharusnya digelar pada 8 Februari 2020, akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Di banyak negara Asia, penyebaran virus corona dikhawatirkan akan berdampak pada sektor bisnis hingga pariwisata. "Restoran, tempat wisata dan usaha kecil di desa-desa akan terpengaruh," ujar Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Ketut Ardana, seperti dilansir dari Reuters.
Ketut Ardana menyebut langkah penutupan kota-kota di provinsi Hubei dan penghentian sementara penerbangan dari dan menuju ke Wuhan telah berdampak pada angka kunjungan wisata. Bali telah kehilangan hampir 10 ribu wisatawan akibat pembatalan kunjungan wisata.
Baca juga: Kasus Corona Jerman: Penularan Manusia ke Manusia Pertama di Luar Asia
Thailand prediksi kehilangan 2 juta wisatawan
Thailand, yang menjadi tujuan utama wisatawan Cina, memprediksi angka kunjungan wisatawan ke negara mereka juga akan turun, sekitar 2 juta pengunjung di tahun 2020, dari total 11 juta pengunjung di tahun 2019. ``Jika mereka menutup Cina, kami akan mati,`` keluh Teerawat Buakaw (33), penjual pakaian di toko Big C yang terkenal di kalangan wisatawan Cina. `Semua toko di sekitar sini akan hilang. Apa yang akan kami lakukan?``
Kontribusi angka kunjungan wisatawan Cina memang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis. Sejak tahun 1980-an, jumlah wisatawan Cina tumbuh menjadi lebih dari 160 juta pada tahun 2019.
Kini otoritas pariwisata Thailand mengharapkan kedatangan wisatawan dari negara lain bisa menutupi merosotnya angka wisatawan Cina. Namun Thailand juga sedang menghadapi masalah serius, karena jumlah orang yang terinfeksi virus corona di negaranya adalah yang tertinggi kedua setelah Cina, yakni sedikitnya 14 orang hingga Rabu (29/01).
Akan berdampak pada kunjungan wisata ke Indonesia
Pegiat pariwisata, Taufan Rahmadi menyebut penyebaran virus corona erat dampaknya terhadap penurunan angka pariwisata Indonesia. Ia merujuk pada pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia, Pauline Suharno, bahwa akan terjadi penurunan drastis kunjungan wisatawan Cina, akibat pembatalan besar-besaran terhadap rencana kunjungan wisata ke Indonesia.
Kepada DW Indonesia, Taufan menegaskan belajar dari wabah virus corona, maka Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada satu segmen market wisatawan saja. ``Kebijakan pemasaran pariwisata tidak saja harus mempertimbangkan sisi ekonomi tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor kesehatan global yang berhubungan dengan negara dari mana wisatawan itu berasal,`` jelas Taufan.
Tidak sekali ini pariwisata Indonesia dilanda krisis yang disebabkan oleh berbagai kondisi yang terjadi di luar kemampuan manusia (force majeur). Misalnya saja, gunung meletus, gempa bumi, terorisme, banjir, hingga blackout listrik.
Menparekraf alihkan promosi pariwisata untuk sementara waktu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan saat ini Pemerintah RI tengah meningkatkan kewaspadaan tinggi untuk mencegah wabah virus corona masuk ke Indonesia. Ia mengimbau segala pemangku kebijakan dari sektor pariwisata untuk turut serta memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan internasional, baik darat, laut, maupun udara di daerahnya masing-masing.
Terkait promosi wisata, Wishnutama juga menjelaskan Kemenparekraf telah mengalihkan untuk sementara waktu aktivitas promosi dan pemasaran wisata ke daerah-daerah yang tidak terdampak penyebaran virus corona. "Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan `travel advice` atau imbauan perjalanan bagi WNI ke Cina, sedangkan untuk promosi kami alihkan dari pasar Wuhan, masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil, seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya, tidak hanya Cina," ujarnya.
Wishnutama meminta seluruh unsur terkait di sektor pariwisata untuk ``satu suara`` mengikuti imbauan pemerintah. "Mengimbau kepada agen perjalanan wisata agar memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata outbond Indonesia ke Cina, maupun inbound Cina ke Indonesia," katanya.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya
09 April 2020, 09:00:01

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya JakartaJakarta, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi konferensi video Zoom memiliki masalah keamanan dan privasi. Menurutnya, perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut. Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....