go green
Recent Issues

Hari Ini, AS Gabungkan Misi Diplomatik Israel dan Palestina

Hari Ini, AS Gabungkan Misi Diplomatik Israel dan Palestina

06 Maret 2019, 09:00:02

Amerika Serikat akan menggabungkan kantor konsulat untuk Palestina dengan kedutaannya untuk Israel di Yerusalem pada Senin (4/3) waktu setempat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladini, mengatakan bahwa keputusan ini diambil hanya demi efisiensi dan tidak akan mengubah arah kebijakan negaranya di Yerusalem.
"Tindakan itu tidak menandakan perubahan kebijakan AS di Yerusalem, Tepi Barat atau Jalur Gaza. Batas-batas khusus kedaulatan Israel di Yerusalem itu tunduk pada negosiasi status akhir antara para pihak," katanya seperti dikutip Reuters.
Keputusan untuk menggabungkan misi diplomatik ini sudah dipersiapkan sejak jauh hari dan diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Oktober lalu.

Para analis menganggap keputusan AS ini patut dipertanyakan karena dengan langkah tersebut, kini Washington hampir menutup semua akses diplomatik langsung dengan Palestina.
Rencana penggabungan ini juga meningkatkan kekhawatiran warga Palestina atas sikap AS yang dianggap kian mengancam proses damai dengan Israel.
Selama ini, Yerusalem menjadi salah satu isu yang membuat perdamaian Israel dan Palestina sulit tercapai. Kedua kubu memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota mereka kelak.

Keputusan penggabungan ini diumumkan setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. Ia pun memindahkan kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, langkah yang dikritik dunia internasional.
Para pemimpin Palestina lantas menangguhkan kontak diplomatik dengan pemerintahan AS dan menuduh Washington telah berlaku bias dan pro terhadap Israel.
Konsulat jenderal AS di Yerusalem sendiri merupakan perwakilan utama Washington bagi Palestina.
Ketika Pompeo mengumumkan rencana penggabungan ini, pemimpin senior Palestina, Saeb Erekat, menyebut langkah itu membuktikan bahwa pemerintahan Trump lebih memilih membantu Israel untuk membentuk negara "Israel Raya" ketimbang mendukung solusi dua negara.
Solusi dua negara selama ini diyakini komunitas internasional sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina. Solusi itu menjadikan Israel dan Palestina sebagai dua negara yang sama-sama berdaulat.


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....