go green
Recent Issues

733 Orang Ditangkap Usai Rusuh di Jayapura

733 Orang Ditangkap Usai Rusuh di Jayapura

26 September 2019, 09:00:03

Jakarta -- Polda Papua menangkap sebanyak 733 orang termasuk mahasiswa yang diduga terlibat dalam unjuk rasa berujung rusuh di kawasan Taman Budaya Ekspo Waena, Jayapura, Papua, Senin (23/9).

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal di Jayapura menuturkan ratusan mahasiswa yang ditangkap saat ini berada di Markas Brimob Polda Papua.

Kamal menuturkan para mahasiswa itu masih diperiksa oleh penyidik. Yang ingin diketahui adalah peran mereka dalam kerusuhan yang menyebabkan menewaskan satu prajurit TNI dan tiga warga sipil.

Jasad warga sipil yang tewas masih disemayamkan di RS Bhayangkara di Kotaraja.

Polisi belum bisa memastikan 733 orang yang ditangkap adalah mahasiswa. Penyelidikan terhadap identitas masih berjalan.

"Dari pemeriksaan tersebut baru diketahui status mereka apakah mahasiswa murni atau bukan," ujar Kamal.

Menurut versi polisi, rusuh di Taman Budaya Ekspo Waena berawal dari permintaan sekitar 200 mahasiswa eksodus agar pihak Universitas Cenderawasih (Uncen) membuat posko penampungan.

Polisi mengklaim permintaan mahasiswa eksodus ditolak pihak rektorat dan mahasiswa Uncen. Lalu, pihak rektorat memanggil aparat kepolisian untuk membubarkan kerumunan mahasiswa eksodus tersebut.

"Pihak rektorat menolak keberadaan mahasiswa tersebut karena mengganggu proses belajar mengajar. Rektorat langsung hubungi Kapolda Papua, Kapolda Papua langsung kirim pasukan untuk negosiasi," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/9).

Usai bernegosiasi, kata Dedi, mahasiswa eksodus tersebut sepakat untuk meninggalkan Uncen dan kembali ke Taman Budaya Ekspo Waena, Jayapura. Mereka menuju Ekspo Waena dengan menggunakan kendaraan TNI-Polri.

Selama di perjalanan situasi berlangsung cukup kondusif. Namun pada pukul 12.00-13.00 WIT, mahasiswa menurut Dedi secara membabi buta menyerang aparat TNI-Polri yang mengantar mereka.

Kamal menuturkan kerusuhan di kawasan Taman Budaya Ekspo Waena di luar dugaan aparat.

"Awalnya memang aman namun saat pendemo diturunkan di sekitar jembatan ekspo, Waena, tiba tiba mereka menyerang aparat keamanan dan Brimob yang bertugas pengamanan di kawasan itu," kata Kombes Kamal.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Diklat Guru PAUD Tentang RPPH Satu Halaman Diklat Guru PAUD Tentang RPPH Satu Halaman

19 Februari 2020, 06:38:12

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Surabaya bekerjasama Program Studi PG PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) – FKIP Universitas Narotama menyelenggarakan kegiatan “Pendidikan dan Latihan (Diklat) Guru PAUD Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Satu Halaman” pada hari Sabtu (15/2/2020) di Conference Hall Universitas Narotama. Narasumber terdiri atas Novfitri Kurniawati, ST, M.Pd (Praktisi, Guru/Dosen PAUD) dan Bagus Sumantri, S.Si (Guru PAUD, Sekretaris ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bapeten Pastikan Zat Radioaktif di Tangsel Bukan Nuklir Bocor
19 Februari 2020, 09:00:00

Bapeten Pastikan Zat Radioaktif di Tangsel Bukan Nuklir Bocor Jakarta -- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan paparan radiasi zat radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan bukan disebabkan kebocoran fasilitas milik Badan Tenaga Nuklir Nasional .....