go green
Recent Issues

Startup Indonesia Disebut Kurang Mendunia

Startup Indonesia Disebut Kurang Mendunia

10 Agustus 2019, 09:00:50

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) menyebut perusahaan rintisan atau startup di Indonesia kurang mendunia. Hal ini disebabkan belum banyaknya startup lokal yang memiliki akses ke pasar global.
"Yang kurang adalah market access [akses pasar], startup kita kan belum banyak yang punya akses di luar. Kebanyakan malah yang dari [startup] luar ke sini. Sekarang mungkin cuma Gojek yang ke Vietnam, kita harapkan yang seperti itu lebih banyak," kata Ketua Umum MIKTI Joddy Hernady kepada awak media di kantor Bekraf, Jakarta, Jumat (9/8).

Saat ini baru Gojek dan Traveloka yang melakukan ekspansi ke pasar di luar Indonesia. Gojek telah melebarkan sayap ke Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina. Sementara Traveloka tersedia juga di Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina.
Selain itu menurut Joddy, pihaknya berharap startup Indonesia dapat melakukan Initial Public Offering (IPO) di luar negeri. Sehingga bisa melebarkan sayap ke pasar global. Pasalnya, ekosistem startup Indonesia masih berada di tingkat challenging atau penantang kuat.

Menurut MIKTI untuk sampai ke ekosistem startup yang lebih tinggi, perusahaan rintisan harus melewati fase attraction. Artinya, perusahaan dapat menggaet semua ekosistem yang ada misalnya mengajak para pemangku kepentingan atau dalam hal ini perusahaan ventura untuk melakukan investasi.
"Kita [startup di Indonesia] di challenging, selanjutnya itu attraction. Artinya. kita bisa menggaet semua ekosistem misal venture capital luar ke Indonesia, itu karena ekosistemnya sudah maju," jelas Joddy.

MIKTI pun mengakui bahwa startup Indonesia masih kalah dengan perkembangan startup di Singapura. Sebab, menurut Joddy, startup Singapura memberikan insentif berupa pajak kepada pemerintahnya.
"Kenapa belum bisa mengalahkan Singapura, karena Singapura memberikan insentif ke pemerintahnya, ada insentif pajak dan hibah. Jadi banyak yang lari ke Singapura," tuturnya.
"Pemerintah kita kan baru mengeluarkan deductible tax [pengurangan pajak di atas 100 persen] itu kan menarik karena pajak yang bergerak di bidang itu [digital] bisa dikurangi," pungkas Joddy.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....