go green
Recent Issues

Izin Investasi Pembangkit Listrik Dilimpahkan ke Sistem OSS

Izin Investasi Pembangkit Listrik Dilimpahkan ke Sistem OSS

19 Mei 2019, 09:00:01

Jakarta -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan proses perizinan ketenagalistrikan sudah bisa dilakukan melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS). Salah satu aspek yang dicakup adalah izin untuk membangun pembangkit listrik.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan integrasi tersebut dilakukan untuk mempermudah proses perizinan.

"Ada enam izin ketenagalistrikan yang secara umum yang sudah masuk OSS, juga empat izin tambahan bagi pembangkit panas bumi, semuanya sekarang sudah diproses melalui OSS," ujar Jakarta, dikutip Jumat (10/5).

Jika dirinci, enam izin usaha ketenagalistrikan yang dapat diproses melalui OSS yaitu Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL), Izin Operasi, Penetapan Wilayah Usaha, Izin Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara, Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (IUJPTL) yang dilakukan oleh BUMN atau PMA atau yang mayoritas sahamnya dimiliki PMA, dan Izin Pemanfaatan Jaringan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Telekomunikasi, Multimedia, dan Informatika dari pemegang izin yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

IUPTL dan IUJPTL diperlukan agar pembangunan pembangkit tenaga listrik dapat memenuhi aspek keselamatan ketenagalistrikan.

"IUPTL dan IUJPTL ini segera dapat diberikan kepada pengembang melalui sistem OSS setelah pengembang menyampaikan komitmen untuk memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Bidang Ketenagalistrikan," ujarnya.

Sementara itu, empat perizinan panas bumi yang telah diproses melalui OSS meliputi Penugasan Survei Pendahuluan Panas Bumi, Izin Panas Bumi, Persetujuan Usaha Penunjang Panas Bumi, dan Izin Penggunaan Gudang Bahan Peledak Panas Bumi.

Selain perizinan yang dikeluarkan dari Kementerian ESDM, lanjut Agung, setidaknya investor membutuhkan lebih dari 50 izin lain yang masih perlu diproses melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat, PTSP Provinsi dan PTSP Kabupaten/Kota.

Pasalnya, dalam membangun pembangkit tenaga listrik terdapat beberapa perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian/Lembaga, antara lain BKPM, Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Angraria/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Dalam Negeri/Pemerintah Daerah, serta Kementerian ESDM.

"Dengan OSS nantinya diharapkan Kementerian/Lembaga terkait izin pembangunan pembangkit listrik juga dapat memangkas alur perizinan sehingga semakin memudahkan investor dalam mendapatkan izin ke depannya," ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah sejak Juli 2018 lalu menerapkan sistem OSS dalam proses pengurusan izin investasi. Dengan sistem tersebut, proses pengurusan izin dibuat terintegrasi secara online dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah.

Sistem diterapkan karena upaya pemerintah menggenjot arus investasi melalui pemangkasan berbagai macam prosedur investasi belum membuahkan hasil menggembirakan.

Meskipun sudah diterapkan sejak beberapa bulan lalu, Presiden Jokowi belum gembira dengan arus investasi yang masuk ke dalam negeri.
Dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020, bahkan ia mengungkapkan kejengkelannya.

"Saya ngomong, 20 tahun kita punya masalah dengan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan, kita butuh investasi, tapi sampai sekarang masih berbelit. Belum ada penyelesaian yang cepat. Setiap hari ada investor datang, tapi yang netas hanya kecil karena izinnya masih sulit," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pelayanan sistem investasi melalui OSS memang masih menghadapi ganjalan. Salah satunya, datang dari ketiadaan petugas di daerah yang khusus menangani OSS.

Ketiadaan tersebut membuat pemerintah pusat sulit menjembatani proses perizinan yang berkaitan dengan daerah. "Makanya saya minta daerah siapkan satu orang khusus yang menjaga komputer supaya ketika ada aplikasi masuk, komunikasi dengan daerah jalan," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan Fakultas Ilmu Komputer UNNAR Selenggarakan Lokakarya Manajemen Jaringan

15 Agustus 2019, 02:42:08

Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Belajar Mikrotik yang menyediakan sarana praktek berupa perangkat Mikrotik menyelenggarakan lokakarya "Network Management" di laboratorium FIK, Rabu (14/8/2019). Kegiatan ini dengan instruktur Benediktus Anindito, S.Kom, M.MT (dosen FIK bidang keahlian jaringan komputer) yang didukung pula oleh Axelbit dan Kelompok Linux Arek Surabaya (KLAS). Lokakarya ini digelar sekaligus sebagai tindak lanjut dari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan
15 Agustus 2019, 09:00:35

Pedemo Kembali, Seluruh Penerbangan dari Hong Kong Dibatalkan

Otoritas BandaraHong Kong membatalkan seluruh penerbangan dari wilayah itu setelah demonstran kembali melumpuhkan bandara pada Selasa (13/8) sore. "Operasional Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan telah dibatalkan," .....

Standar QR Code BI Resmi Berlaku Sabtu Kemarin
18 Agustus 2019, 09:00:56

Standar QR Code BI Resmi Berlaku Sabtu Kemarin Jakarta -- Bank Indonesia (BI) resmi memberlakukan standar pembayaran menggunakan kode unik dari bank sentral nasional bertajuk QR CodeIndonesia Standard (QRIS) mulai Sabtu (17/8) ini. Standar QR ini memungkinkan pembayaran .....

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi
15 Agustus 2019, 09:00:35

Jerat Mobil Berpolusi, Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKIJakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasiluji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas. Gubernur DKI .....