go green
Recent Issues

Kemlu Bantah Pelaku Teror Bom Sri Lanka Adalah WNI

Kemlu Bantah Pelaku Teror Bom Sri Lanka Adalah WNI

25 April 2019, 09:00:12

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La, Kolombo, pada akhir pekan lalu bukan warga Indonesia, melainkan warga Sri Lanka. Hal ini mengklarifikasi kabar keterlibatan WNI dalam serangan teror itu.
"Kedutaan Besar RI di Kolombo telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka dan memperoleh informasi bahwa nama (pelaku) yang benar adalah Insan Seelawan, warga negara Sri Lanka," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, melalui pesan singkat, Selasa (23/4).

Pernyataan itu diutarakan Iqbal mengklarifikasi kabar tentang dugaan keterlibatan WNI dalam delapan serangan bom beruntun di Sri Lanka pada perayaan Hari Paskah, Minggu (21/4) pekan lalu.
Kabar itu mulai simpang siur setelah salah satu media lokal merilis nama pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La yang telah teridentifikasi bernama Insan Setiawan. Hotel Shangri-La menjadi salah satu hotel yang menjadi sasaran dalam serangan paling mematikan dalam satu dekade terakhir itu.
Dalam artikel itu tidak disebutkan kewarganegaraan pelaku tersebut. Namun, spekulasi mulai muncul bahwa pelaku itu adalah WNI lantaran nama belakangnya yang identik dengan nama umum bagi laki-laki Indonesia.
Namun, Iqbal mengklarifikasi bahwa kemungkinan telah terjadi salah penulisan nama pelaku bom oleh media-media lokal di sana.
Istri dan anak-anak Insan tewas meledakkan diri ketika hendak ditangkap oleh polisi. Sang adik juga melakukan hal yang sama ketika hendak ditangkap, dan menewaskan tiga polisi.

Sejauh ini, ada 310 orang tewas dalam serangan bom beruntun di tiga kota itu.Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, mengatakan beberapa di antara korban tewas itu sempat kritis karena luka serius, lalu meninggal.
Selain memakan korban tewas, sedikitnya 500 orang ikut terluka dalam serangan bom yang terjadi di delapan tempat terpisah pada Minggu (21/4) pekan lalu itu.

Sejauh ini, KBRI di Kolombo menyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban tewas maupun luka dalam insiden itu.
Gunasekera mengatakan sejauh ini ada 40 orang yang telah ditangkap kepolisian lantaran diduga terlibat serangan bom beruntun tersebut.
Meski belum ada kelompok yang mengklaim, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu dilakukan oleh kelompok ekstremis setempat, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ).


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran
26 Juni 2019, 09:00:14

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran Rusia mengecam sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut merupakan langkah yang ilegal. Dalam jumpa pers rutin, Peskov enggan .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....