go green
Recent Issues

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan

Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan

22 Mei 2019, 09:00:00

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) mengatakan pendanaan maupun penggunaan bitcoin untuk terorisme atau melakukan pencucian uang akan menguntungkan aparat hukum untuk menindak. Pasalnya, seluruh transaksi bitcoin berjalan dengan teknologi blockchain yang sifatnya transparan.

Direktur Eksekutif ABI Muhammad Deivito Dunggio mengatakan paling cepat aparat hukum bisa menangkap penjahat dalam waktu 1 hari. Proses pelacakan bisa dilakukan dengan mengakses situs blockchain yang berisi informasi riwayat bitcoin.
"Kriminal sudah memahami bahwa blockchain tidak bisa untuk melakukan pendanaan terorisme dan pencucian uang karena transparan dan hanya menunggu waktu agar ia terlacak. Paling lama itu satu bulan kalau dia hebat sembunyikan transaksi, tapi pasti tetap akan terlacak" kata Deivito usai acara KVB Journalist Class di Jakarta, Jumat (10/5).

Blockchain ini merupakan sistem kas buku besar bitcoin dan siapa pun bisa melacak riwayat transasaksi bitcoin, akun pengirim dan penerima, waktu transaksi hingga nominal bitcoin yang dikirimkan. Segala informasi ini bisa diakses melalui situs blockr.io, blockcypher.com atau blockchain.info.
Deivito mengatakan akun pengirim dan penerima memang tidak diketahui siapa karena identitas pengguna hanya berupa barisan kode. Jadi tidak ada alamat hingga nama lengkap pengguna.
"Beberapa pihak menyalahgunakan ini untuk terorisme dan pencucian uang. Tapi berkat transparansi data bitcoin melalui blockchain ini mereka sudah mulai memahami bahwa tidak bisa lagi gunakan teknologi ini," kata Deivito.

Deivito mengatakan memang kriminal dan penjahat sering menggunakan teknologi yang baru saja berkembang. Ia mencontohkan dulu kriminal menggunakan pager hingga ponsel genggam."Tidak bisa menutup sebelah mata bahwa kriminal itu adalah early adopter dari teknologi baru. Awalnya pager dan ponsel genggam sebelum digunakan masyarakat umum, mereka digunakan kriminal untuk komunikasi pada masanya. Karena itu mempersingkat waktu untuk komunikasi," ujar Deivito.

Alasan utama kriminal dan penjahat sering menggunakan teknologi baru ini karena aparat dianggap belum terlalu menyadari teknologi baru ini. Sehingga, teknologi ini digunakan untuk menghindari aparat hukum.
"Memang ironis tapi awalnya kriminal yang menggunakan teknologi terbaru. Digunakan karena teknologi itu bekerja dan pemerintah belum sadar tentang teknologi ini," kata Deivito

Deivito mengingatkan pada 2011 pernah ada marketplace digital yang bernama Silkroad yang seluruh transaksinya menggunakan bitcoin. Silkroad menjual produk-produk ilegal seperti senjata AK47 dan narkoba. Silkroad pada 2013 telah ditutup FBI dan FBI membekukan bitcoin senilai Rp44 triliun. "Silkroad sudah ditutup FBI mereka menjual produk seperti AK47, narkoba, dan apa pun yang ingin kalian cari yang tidak bisa dicari marketplace. Itu semua transaksi pakai bitcoin," kata Deivito.


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara
27 Juni 2019, 09:00:00

Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara Pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Michael Nguyen, seorang warga Amerika Serikat keturunan Vietnam. Michael Nguyen dinyatakan bersalah atas tuduhan makar yang telah dilakukannya bersama dua orang aktivis .....

BMKG Deteksi Kemunculan Beberapa Titik Panas di Riau
27 Juni 2019, 09:00:00

BMKG Deteksi Kemunculan Beberapa Titik Panas di Riau Jakarta -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik-titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di empat kabupaten di Provinsi Riau. Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno, .....

PUPR Siapkan Skema Agar Milenial Bisa Beli Rumah
27 Juni 2019, 09:00:00

PUPR Siapkan Skema Agar Milenial Bisa Beli Rumah Jakarta -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung generasi milenial bisa memiliki rumah dengan harga terjangkau. Saat ini diperkirakan terdapat 81 juta jiwa generasi milenial menjadi pasar .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....