go green
Recent Issues

Setelah Jokowi, Giliran JK Diundang sebagai Tamu Kehormatan Afghanistan

Setelah Jokowi, Giliran JK Diundang sebagai Tamu Kehormatan Afghanistan

15 Februari 2018, 03:46:05

JAKARTA – Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, kembali mengundang pejabat Indonesia untuk datang ke negaranya. Setelah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Januari, kali ini giliran Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang akan diundang sebagai tamu kehormatan ke Ibu Kota Kabul.

“Wakil Presiden diundang sebagai tamu khusus pada 28 Februari untuk acara yang namanya Kabul Peace Process, proses perdamaian yang diinisiasi pemerintah Afghanistan tanpa campur tangan siapa pun,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rachman, kepada awak media di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

BERITA TERKAIT +
Hidayat Nur Wahid: Kunjungan Jokowi ke Afghanistan Sangat Inspiratif
Fadli Zon Berharap Jokowi Bisa Jadi Imam Seluruh Rakyat Indonesia
Jokowi Tinggalkan Afghanistan, Menlu dan Danpaspampres Sujud Syukur di Pesawat
“Pada acara tersebut diundang 24 negara asing yang memiliki perwakilan di Afghanistan. Pak Wapres diundang khusus oleh Presiden Ashraf Ghani,” imbuhnya.

Duta Besar Arief Rachman mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta khusus untuk membagikan pengalamannya mengenai perdamaian di Indonesia. Sebagai informasi, Jusuf Kalla adalah salah satu pencetus perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005.

“Jalur undangannya bapak itu spesial dari Presiden Ashraf Ghani, jalur kehormatan. Beliau diminta berkenan membagi pengalaman perdamaian di indonesia. Tentu akan diberikan pengawalan istimewa kepada Wakil Presiden,” tutup Duta Besar Arief Rachman.

BACA JUGA: Jokowi Imami Salat Presiden Afghanistan

Sebagaimana diberitakan, Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Afghanistan pada 29 Januari. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kali oleh Presiden Indonesia dalam 57 tahun terakhir ke Afghanistan setelah Presiden Soekarno pada 1961.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan adalah untuk menguatkan diplomasi perdamaian Indonesia. Jakarta selama ini secara aktif memberi dukungan untuk pembangunan perdamaian di Afghanistan yang berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Presiden Ashraf Ghani ke Indonesia pada April 2017 yang kemudian disusul dengan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan pada Desember 2017.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Permudah Pendataan, Dosen UNNAR Kembangkan Sistem Informasi untuk Panti Asuhan Permudah Pendataan, Dosen UNNAR Kembangkan Sistem Informasi untuk Panti Asuhan

19 Juni 2019, 02:57:02

Teknologi dan Informasi (TI) sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk membantu kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah untuk mempermudah dalam hal pendataan masyarakat. Sayangnya, masih ada juga instansi sosial seperti panti asuhan yang belum mengikuti perkembangan TI seperti yang lainnya. Melihat hal itu, dosen Sistem Informasi Universitas Narotama (UNNAR), Immah Inayati, S.Kom, M.Kom, MBA membuat sebuah program sistem informasi manajemen dan kepengasuhan untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Hamas Beri Penghormatan Terakhir bagi Mohamed Mursi
19 Juni 2019, 09:00:02

Hamas Beri Penghormatan Terakhir bagi Mohamed Mursi Salah satu faksi besar di Palestina, Hamas, memberikan penghormatan kepada mantan Presiden Mesir, Mohamed Mursi, yang meninggal dunia akibat serangan jantung di pengadilan pada Senin (17/6). Melalui sebuah pernyataan pada Selasa .....

Dampak Kemarau, 3 Desa di Bantul Alami Kekeringan
19 Juni 2019, 09:00:02

Dampak Kemarau, 3 Desa di Bantul Alami Kekeringan Jakarta -- Memasuki musim kemarau, tiga daerah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyatakan tiga desa yang terkena dampak kemarau .....

Google Dituduh Curi Lirik Lagu dari Genius.com
19 Juni 2019, 09:00:02

Google Dituduh Curi Lirik Lagu dari Genius.com Salah satu pengembang situs Genius.com, Genius Media menuduh Google telah menyalin lirik lagu yang ada di situs miliknya. Perusahaan mengatakan bahwa mereka telah mengajukan keluhan kepada Google selama bertahun-tahun. Kepala Strategi .....