go green
Recent Issues

Polisi Temukan Sidik Jari Oknum TNI di Lokasi Mutilasi Fera

Polisi Temukan Sidik Jari Oknum TNI di Lokasi Mutilasi Fera

21 Mei 2019, 09:00:01

Palembang -- Polda Sumatera Selatan menemukan bukti baru terkait dugaan pembunuhan Fera Oktaria (21) di kamar penginapan Sahabat Mulia, Musi Banyuasin, Jumat (20/5) lalu. Fera yang ditemukan tewas dimutilasi diduga dibunuh oleh oknum TNI yang juga mantan kekasihnya, Prajurit Dua DP.

Dugaan itu kian kuat dengan ditemukannya barang bukti baru di lokasi kejadian, yakni sidik jari.

Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara memastikan sidik jari yang ditemukan identik dengan sidik jari milik Prada DP. Sidik jari itu ditemukan di pintu kamar mandi.

"Memang sepertinya pelaku menghapus jejak sidik jarinya. Di ruang depan dan di botol minuman sudah tidak ada, dibersihkan. Tapi dia luput karena ditemukan sidik jarinya di pintu kamar mandi. Dikonfirmasi bahwa sidik jari tersebut milik DP dari data KTP elektronik," ujar Zulkarnain, Rabu (15/5).

Selain itu penyidik pun memeriksa ulang enam saksi yang sebelumnya sempat diperiksa. Saat penyidik menunjukkan foto Prada DP kepada saksi yang merupakan pengelola penginapan, saksi membenarkan pria tersebut yang datang menginap bersama Fera.

"Kita konfirmasi juga ke toko tempat DP beli tas dan ransel, benar orangnya adalah DP yang membeli tas. DP datang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna pink milik korban," ujar dia.

Namun saat ini Polda Sumsel sudah tidak berwenang dalam menyelidiki kasus tersebut. Hal ini karena terduga pelaku merupakan oknum anggota TNI yang terikat hukum militer.

Polda Sumsel pun telah menyerahkan berkas-berkas penyidikan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam II/Sriwijaya.

"Tugas kami bekerja sama, membantu, mem-back up. Berkas sudah diserahkan ke Denpom. Kewajiban kami hanya men-support," ujar Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan berujar, penyidik Denpom sudah melakukan penyelidikan. Diantaranya meminta keterangan dari orang tua korban serta mencari keterangan dan bukti-bukti berkaitan lain terkait peristiwa pembunuhan tersebut.

Dia mengatakan, Prada DP sudah tidak berdinas sejak 4 Mei di tempat dirinya bertugas sekaligus mengenyam pendidikan di Sustaif Rindam II/Sriwijaya Baturaja. Untuk mempersempit gerak Prada DP, polisi militer sudah menyebar foto yang bersangkutan di wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya di Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung. Prada DP pun sudah dinyatakan buron alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kemungkinan oknum anggota TNI ini bersembunyi dan berdiam diri di suatu tempat. Kita sebar foto untuk membatasi ruang gerak terduga agar bisa segera ditangkap," ucap Djohan.

"Kodam II/Swj tidak akan melindungi atau mentolerir oknum yang seperti itu. Karena itu, kami terus melakukan pencarian," kata dia.

Sebelumnya Fera Oktaria ditemukan tewas dengan kondisi dimutilasi di kamar penginapan di Muba pada Jumat (10/5). Seiring berjalannya penyelidikan, mencuat dugaan kuat Fera dibunuh oleh mantan kekasihnya, DP yang merupakan anggota TNI berpangkat Prajurit Dua.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama

23 Agustus 2019, 06:36:35

Sebanyak 96 siswa dan 6 guru pendamping Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) “Pawiyatan” Surabaya melakukan Kunjungan Industri ke kampus Universitas Narotama (UNNAR) pada Kamis, 22 Agustus 2019. Kedatangan rombongan SMK Pawiyatan disambut langsung oleh Kaprodi Sistem Komputer (FIK) Slamet Winardi, ST, MM dan Direktur Marketing, Qausya Faviandhani, SE, MM di Plaza Gedung E UNNAR. Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh para siswa untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pengusaha Fintech Bakal Rilis Kode Etik Bersama Bulan Depan
24 Agustus 2019, 09:00:01

Pengusaha Fintech Bakal Rilis Kode Etik Bersama Bulan Depan Jakarta -- Perusahaan berbasis teknologi yang memberikan layanan keuangan (financial technology/fintech) akan menerbitkan kode etik (code of conduct) bersama terkait prinsip-prinsip dasar bisnisnya. Rencananya, kode etik ini akan diluncurkan pada .....