go green
Recent Issues

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia

Putra Trump Bersedia Ditanyai Senat soal Intervensi Rusia

22 Mei 2019, 09:00:00

Donald Trump Jr, putra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sudah bersedia untuk memberikan kesaksian kepada Senat mengenai dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016 lalu.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa proses tanya jawab tertutup dengan Komite Intelijen Senat AS itu akan mencakup berbagai topik.
Sejumlah topik besar dalam agenda tersebut adalah proyek Trump Tower di Moskow, juga pertemuan antara ketua tim kampanye Trump, Paul Manafort, dan menantu sang presiden, Jared Kushner, dengan seorang pengacara Rusia.

Sumber tersebut juga menampik rumor yang mengatakan bahwa pertanyaan dalam sesi tersebut dibatasi hanya lima sampai enam topik terkait komunikasi Trump Jr dengan pejabat Rusia.
Kabar mengenai kesediaan Trump Jr ini pertama kali terungkap dalam pemberitaan The New York Times. Namun, juru bicara komite intelijen Senat menolak memberikan komentar.

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan juga menyebut bahwa Senat sudah secara resmi meminta Trump Jr untuk memberikan kesaksian di hadapan lembaga parlemen tersebut.
Para senator dikabarkan ingin mempertanyakan salah satu pernyataan Trump Jr di Komite Kehakiman Senat pada September 2017 lalu yang bertolak belakang dengan pengakuan mantan pengacara Trump, Michael Cohen. Cohen sendiri kini sedang mendekam di balik jeruji besi setelah mengaku bersalah berbohong di hadapan Kongres pada 2017 lalu.
Saat itu, ia berusaha menutupi skandal Trump dalam proyek properti di Moskow yang memberikan keuntungan selama pemilihan pemilu presiden AS 2016.
Dalam kesaksiannya pada 2017, Cohen mengaku sudah menghentikan proyek Trump Tower tersebut menjelang pemilu 2016.

Namun kemudian, Cohen mengakui bahwa ia terus mengerjakan proyek tersebut hingga masa kampanye berlangsung.
Cohen juga mengaku bersalah menggunakan dana kampanye secara ilegal untuk membayar dua perempuan yang mengaku punya hubungan gelap dengan Trump, yaitu Stephanie Clifford alias Stormy Daniels, dan Karen McDougal.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

ITB, UGM dan IPB Raih Skor Tertinggi Klaster Kemenristekdikti
21 Agustus 2019, 09:00:00

ITB, UGM dan IPB Raih Skor Tertinggi Klaster Kemenristekdikti Jakarta -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) secara resmi mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggiterbaik di Indonesia tahun 2019. Hasil tersebut memperlihatkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada .....

Integrasi Instagram dan WhatsApp Merumitkan Kasus Facebook
21 Agustus 2019, 09:00:00

Integrasi Instagram dan WhatsApp Merumitkan Kasus Facebook

Rencana FacebookInc untuk mengintegrasikan Instagramdan WhatsAppdinilai dapat menghambat upaya untuk `memecah` raksasa media sosial tersebut. Ketua Komisi Perdagangan Federal Joseph Simons mengatakan hal tersebut kepada Financial Times, Senin (19/8). Simons mengatakan .....