go green
Recent Issues

Mahathir Justru Bela Rusia Dalam Kasus MH17

Mahathir Justru Bela Rusia Dalam Kasus MH17

22 Juni 2019, 09:00:08

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, merasa tidak puas atas hasil penyelidikan insiden serangan rudal terhadap pesawat komersial pelat merah Negeri Jiran, Malaysia Airlines, bernomor MH17 yang jatuh di kawasan timur Ukraina pada 2014 silam. Menurut dia proses investigasi sejak awal subjektif karena terkesan menyalahkan Rusia.

Hasil penyelidikan Tim Investigasi Internasional (JIT) menyatakan empat orang, yang terdiri dari tiga warga Rusia dan seorang warga Ukraina, menjadi tersangka atas insiden yang menewaskan seluruh 298 penumpang itu.

Mahathir menganggap Rusia dijadikan kambing hitam dalam insiden ini. Dia juga mempertanyakan objektivitas penyelidikan JIT.
"Kami sangat tidak senang (dengan hasil penyelidikan JIT) karena sejak awal itu adalah masalah politik tentang bagaimana menuduh Rusia yang melakukan (serangan) itu," kata Mahathir kepada wartawan di Kuala Lumpur, Kamis (20/6).
"Bahkan sebelum mereka melakukan penyelidikan, mereka (JIT) sudah mengatakan Rusia. Dan sekarang mereka mengatakan punya bukti. Sangat sulit bagi kami untuk menerimanya," paparnya menambahkan seperti dikutip Reuters.

Mahathir menuturkan dirinya tidak berpikir bahwa Rusia terlibat dalam penembakkan MH17 itu. PM berusia 93 tahun itu menganggap mengenakan sangkaan pembunuhan terhadap ketiga warga Rusia adalah "tidak berdasar."
Mahathir merasa hasil investigasi JIT didasarkan pada "rumor atau kabar angin."
"Saya harap semua orang mencari kebenaran," kata Mahathir seperti dikutip AFP.

MH17 jatuh setelah ditembak oleh rudal di wilayah timur Ukraina yang dikuasai oleh kelompok separatis pro-Rusia pada 17 Juli 2014 lalu dalam perjalanannya dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Seluruh penumpang terbunuh dalam kecelakaan itu.

Hari ini, JIT merilis identitas empat tersangka yang disebut terlibat dalam insiden itu. Tiga warga Rusia bernama Igor Girkin, Sergey Dubinskiy, dan Oleg Pulatov, serta seorang warga Ukraina, Leonid Kharchenko.
Tim investigasi yang dipimpin Belanda itu memutuskan akan menerbitkan surat perintah penangkapan secara nasional dan internasional untuk keempat orang tersebut.

Menurut hasil penyelidikan, Girkin adalah mantan perwira militer yang ditugaskan di Badan Intelijen Rusia (FSB). Sedangkan Dubinskiy adalah bekas agen Badan Intelijen Tempur Angkatan Bersenjata Rusia (GRU). Kemudian Pulatov adalah mantan anggota pasukan khusus Rusia, Spetsnaz-GRU.

Sedangkan latar belakang Kharchenko tidak diketahui, tetapi diduga dia memimpin unit kelompok pemberontak di Donetsk pada Juli 2014.
Meski keempat tersangka dinilai tidak terlibat langsung dalam penembakkan rudal tersebut, mereka tetap diduga kuat sengaja mengirim rudal Buk untuk tujuan menembak pesawat.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat
22 Agustus 2019, 09:00:01

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan memecat semua penasihatnya lantaran tak sanggup menggaji pegawai. Kantor Kepresidenan Palestina tidak menjelaskan jumlah penasihat presiden yang diputus kontrak kerjanya. Kantor tersebut hanya merujuk pada .....