go green
Recent Issues

BPS Catat Neraca Perdagangan April Defisit US$2,5 Miliar

BPS Catat Neraca Perdagangan April Defisit US$2,5 Miliar

24 Mei 2019, 09:00:01

Jakarta -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada bulan April defisit US$2,5 miliar. Kinerja ini anjlok dibanding neraca perdagangan Maret yang mencatat surplus US$540,2 juta

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan defisit neraca perdagangan disebabkan karena jumlah ekspor lebih kecil dibanding impornya. Tercatat, ekspor April di angka US$12,6 miliar sementara impornya di angka US$15,10 miliar.

Ia menyebut nilai ekspor April ternyata turun 10,8 persen dibanding bulan sebelumnya yakni US$14,12 miliar. Menurutnya, hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah penurunan harga komoditas batu bara, timah, nikel dan bijih besi. Ini berpengaruh terhadap ekspor pertambangan yang turun 7,31 persen secara bulanan.

Kemudian, ekspor migas Indonesia juga turun sebesar 34,95 persen secara bulanan meski harga minyak mentah Indonesia ada di angka US$68,71 per barel atau meningkat dari Maret US$63,60 per barel.

Ekspor pertanian juga tertekan karena ada penurunan harga di minyak kelapa sawit meski volumenya meningkat. Sementara itu, produksi karet melemah meski harganya stabil. Akhirnya, ekspor pertanian harus turun 6,74 persen secara bulanan.

"Penurunan ekspor ini sebenarnya mengikuti pola yang sama dengan 2018 dan 2017, di mana ekspor pasti turun pada April dibanding Maret," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Rabu (15/5).

Di sisi lain, laju pertumbuhan impor ternyata jauh lebih tinggi dibanding ekspornya. BPS mencatat, impor April naik 12,25 persen dibanding bulan sebelumnya US$13,45 miliar.

Seluruh golongan impor tercatat mengalami kenaikan secara bulanan. Impor barang konsumsi tercatat naik 24,12 persen karena menjelang persiapan ramadan. Lalu, impor bahan baku meningkat 12,09 persen secara bulanan dan barang modal naik 6,78 persen secara bulanan.

"Impor April ini lebih rendah 6,58 persen dibanding April 2018. Sebenarnya pengendalian impor di april tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu," papar dia.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sejak Januari ke April tercatat US$53,20 miliar atau turun 9,39 dibanding periode yang sama tahun lalu US$58,72 miliar.

Sementara itu, nilai impor kumulatif Januari hingga April mencatat US$55,77 miliar. Walhasil secara kumulatif, Indonesia masih mencatat defisit sebesar US$2,57 miliar sepanjang tahun 2019.

"Tapi ini perlu diantisipasi karena tantangan perdagangan global akan semakin sulit," jelas dia

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pesawat Jatuh di Hawaii, Sembilan Orang Tewas
24 Juni 2019, 09:00:40

Pesawat Jatuh di Hawaii, Sembilan Orang Tewas Sembilan orang tewas dalam kecelakaan pesawatdi Hawaii pada Jumat (21/6). Jumlah tewas tersebut secara resmi dilaporkan Departemen Transportasi Hawaii. Dilansir dari Reuters, pesawat jenis King Ait bermesin ganda jatuh itu .....

Line Bakal Buka Penukaran Cryptocurrency
24 Juni 2019, 09:00:07

Line Bakal Buka Penukaran Cryptocurrency Line Corp disebut bakal meluncurkan sebuah cryptocurrencyexchange. Kabar ini muncul tak lama setelah Facebook mengungkap Libra, mata uang digital mereka. Dilansir Bloomberg, Jumat (21/6/2019), Line bakal menerima lisensi cryptocurrency exchangenya dalam .....