go green
Recent Issues Kerap Dikritik Arab Saudi, Hizbullah Bantah Kirim Senjata untuk Yaman Kerap Dikritik Arab Saudi, Hizbullah Bantah Kirim Senjata untuk Yaman

21 November 2017, 03:06:48

BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa kelompok yang didukung oleh Iran tersebut tidak mengirim senjata ke Yaman. Ia juga membantah tuduhan bahwa mereka berada di balik penembakan sebuah rudal balistik yang diluncurkan di Riyadh dari wilayah yang dipegang oleh pemberontak Houthi.
Dalam pidato di televisi, Sayyid Hassan Nasrallah juga mendesak pengikutnya untuk mendengarkan komentar baru-baru ini yang dikeluarkan oleh pejabat Israel yang menurutnya menunjuk hubungan antara Arab Saudi dan Israel.
Nasrallah mengatakan tuduhan itu sangat disayangkan, namun bukan sesuatu hal yang baru. Ia juga heran mengapa negara-negara Arab diam tentang apa yang dia gambarkan sebagai perang destruktif yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Arab di Yaman.
"Saya mengonfirmasi kepada mereka (Arab Saudi), tidak ada rudal balistik, tidak ada senjata canggih... kami tidak mengirim senjata ke Yaman, Bahrain, atau Kuwait, atau Irak,” kata Nasrallah, dilansir dari Reuters, Selasa (21/11/2017). Nasrullah juga menambahkan bahwa pihaknya mengirim rudal antitank untuk daerah Palestina yang kelompok Hizbullah duduki.
Pemimpin Hizbullah tersebut mengeluarkan klaimnya setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengkritik kelompok itu di pertemuan Liga Arab pada Minggu 19 November.
Ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara Muslim Sunni Arab Saudi dan Iran Syiah, yang persaingannya telah membawa pergolakan di Suriah, Irak, Yaman, dan Bahrain.
Arab Saudi menuduh Hizbullah menggunakan senjata berat untuk membantu Houthi di Yaman dan militan di Bahrain. Selain itu, Riyadh juga menuduh Hizbullah memainkan peran dalam serangan rudal balistik pada 4 November silam.
"Tidak ada orang dari Hizbullah Lebanon yang ambil bagian dalam penembakan rudal ini atau rudal yang diluncurkan sebelumnya," tegas Nasrallah.
Menteri Luar Negeri Liga Arab mengadakan pertemuan darurat pada Minggu 19 November untuk membahas cara-cara untuk menghadapi Iran dan Hizbullah mengenai peran mereka. Riyadh memiliki kendala dalam perang yang dilancarkannya terhadap pemberontak Houthi yang bersekutu di Yaman pada 2015.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Seminar Smart Railway Technology a Case Study in Indonesia – Malaysia Seminar Smart Railway Technology a Case Study in Indonesia – Malaysia

19 Mei 2018, 01:50:43

Universitas Narotama (UNNAR) bersama Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menyelenggarakan seminar Smart Railway Technology a Case Study in Indonesia – Malaysia pada Rabu, 16 Mei 2018 di Conference Hall UNNAR. Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr, IPU (Ketua Umum MASKA) dan Dr. Ing. Joewono Prasetijo (Head of Department of Rail Transportation ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News