go green
Recent Issues

Dampak Kemarau, 3 Desa di Bantul Alami Kekeringan

Dampak Kemarau, 3 Desa di Bantul Alami Kekeringan

19 Juni 2019, 09:00:02

Jakarta -- Memasuki musim kemarau, tiga daerah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyatakan tiga desa yang terkena dampak kemarau 2019 tersebut langsung mendapat bantuan distribusi air bersih.

"Terkait kekeringan yang jelas Bantul menjadi salah satu wilayah yang mempunyai potensi kekeringan tinggi, terutama di daerah-daerah perbukitan. Sebelum Lebaran yang biasanya tidak kering saja sudah minta (bantuan air bersih)," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Sabtu (15/6) dikutip dari Antara.

Menurut dia, tiga daerah yang dilaporkan mengalami kekeringan dan sudah mendapat bantuan air bersih yaitu masyarakat di pedukuhan Bawuran Pleret, Desa Triharjo Kecamatan Pandak, dan Desa Terong Dlingo.

"Ini sudah kita droping sebelum Lebaran kemarin untuk antisipasi dampak kekeringan berkepanjangan, karena itu memang kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, untuk antisipasi dampak kemarau setelah Lebaran ini, lembaganya segera mengumpulkan para kepala desa di seluruh Bantul terutama yang daerahnya berpotensi kekeringan atau kesulitan air bersih saat kemarau.

"Setelah Lebaran ini tentu saja akan semakin meningkat karena puncak musim kemarau prediksinya di Agustus dan September, ini sudah bulan Juni sehingga sudah dampak panasnya sudah sangat luar biasa," katanya.

"Makanya kita antisipasi dan kita Insya Allah pekan depan akan kita undang seluruh kepala desa yang mempunyai potensi kekeringan akan kita minta petanya seperti apa kondisi di daerah masing-masing," katanya.

Dengan demikian nantinya pada saat masyarakat membutuhkan bantuan, BPBD tinggal melakukan distribusi air bersih sesuai dengan kondisi daerah masing-masing, sebagai antisipasi apabila musim kemarau berlangsung panjang.

"Mudah-mudahan tidak kemarau panjang, tapi tidak menutup kemungkinan kemarau bisa berdampak panjang, karena kondisi alam setiap saat bisa berubah. Di tempat kita kering di daerah lain hujan, itu sudah lumrah di Indonesia karena kondisi pemanasan global," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam menanggulangi dampak kemarau di Bantul, pihaknya berkoordinasi dengan lembaga terkait baik swasta maupun pemerintah yang biasanya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat.

"Semua kita antisipasi, karena untuk kebutuhan masyarakat kita melayani sesuai dengan harapan masyarakat, dan kita selaku aparat pemerintah tugasnya harus siap untuk melayani masyarakat," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS
15 Oktober 2019, 09:00:00

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS

Botika merupakan perusahaan rintisan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan produk chatbot atau asisten chat pintar untuk menjawab pertanyaan. Botika ini diklaim dapat menggantikan peran Customer Service. Pendiri dan CEO Botika .....