go green
Recent Issues

Twitter Tambah Fitur Deteksi Hoaks Soal Vaksin

Twitter Tambah Fitur Deteksi Hoaks Soal Vaksin

24 Mei 2019, 09:00:01

Twitter mengumumkan fitur baru yakni alat pencarian untuk membantu pengguna menemukan informasi yang kredibel mengenai vaksin. Fitur ini juga akan menghentikan pengguna jika mengetik istilah yang salah soal vaksin.

Langkah yang dilakukan Twitter itu menyusul wabah campak di sebagian negara bagian Amerika semakin memburuk. Melalui laman blog resmi Twitter, Vice President Trust & Safety Twitter Del Harvey mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS guna menghimpun informasi yang tepat mengenai vaksin.
"Baru-baru ini kami meluncurkan alat terbaru sehingga ketika pengguna tengah mencari kata kunci tertentu yang berkaitan dengan vaksin, sebuah alat kami akan mengarahkan pengguna kepada sumber yang kredibel. Di Amerika Serikat, kami bermitra dengan Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS dan mengarahkan pengguna ke situs vaccines.gov," tulis Harvey.

Selain AS, alat pencarian mengenai vaksin ini akan tersedia di Kanada, Inggris, Brasil, Korea, Jepang, Indonesia, Singapura, dan sejumlah negara di Amerika Latin berbahasa Spanyol. Fitur ini tersedia di aplikasi Twitter berbasis iOS dan Android.
Lebih lanjut, Harvey dan tim juga tengah berencana untuk meluncurkan fitur serupa untuk menangani masalah kesehatan masyarakat lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

Dilansir Tech Crunch, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan kasus campak di negaranya telah meningkat sebanyak 839. Pihaknya telah menerima laporan dari 23 negara bagian sepanjang tahun ini, kota New York menjadi salah satu kota dengan kasus campak terbanyak yakni sebanyak 700 kasus.

Sebelumnya, baru-baru ini Instagram juga telah mengambil langkah untuk mencegah informasi palsu terkait vaksin dengan cara menyembunyikan hasil pencarian melalui tagar yang secara konsisten menampilkan informasi palsu atau hoaks seperti mencegah orang untuk mendapatkan vaksinasi.
Perusahaan jejaring sosial ini sempat memblokir sejumlah tagar yang berisi informasi palsu seperti #vaccinescauseautism dan #vaccinescauseaids. Selain itu, Instagram juga memblokir konten yang diunggah oleh sekelompok akun yang bertujuan untuk menyebarkan informasi palsu.
Instagram juga berencana untuk memperkenalkan fitur `pop-up message` bagi orang yang ingin mencari informasi vaksin dan mereka akan disajikan dengan informasi yang tepat terkait vaksin.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019 Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019

14 Juni 2019, 09:33:20

Momen Hari Raya Idul Fitri serasa belum lengkap jika kita tidak dapat berjabat tangan dan saling minta maaf–memaafkan secara langsung. Keluarga besar Universitas Narotama (UNNAR) menyempurnakan rangkaian perayaan Idul Fitri 1440 Hijriyah dengan mengadakan Halal Bihalal yang dilaksanakan di Conference Hall Gedung C, Kamis siang, 13 Juni 2019. Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh mubaligh Dr. KH ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Gerebek Kampung Setu, Polisi Sita 1.000 Butir Ekstasi
18 Juni 2019, 09:00:06

Gerebek Kampung Setu, Polisi Sita 1.000 Butir Ekstasi Jakarta -- Usai melakukan penggerebekan terhadap Kampung Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (15/6), Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya melanjutkan operasi dan melakukan penangkapan tersangka kepemilikan narkotika di Kampung Kebon .....

Operator Korsel Gandeng Nokia dan Ericsson Kembangkan 6G
18 Juni 2019, 09:00:05

Operator Korsel Gandeng Nokia dan Ericsson Kembangkan 6G Operator telekomunikasi asal Korea Selatan, SK Telecom bekerja sama dengan Nokia dan Ericsson untuk melakukan penelitian dan pengembangan jaringan nirkabel 6G. SK Telecom akan membuat serangkaian persyaraatan membangun dan mengauntentikasi teknologi .....