go green
Recent Issues

Warga Arab-Israel Berduka Peringati Pembentukan Negara Yahudi

Warga Arab-Israel Berduka Peringati Pembentukan Negara Yahudi

14 Mei 2019, 09:00:01

Ribuan warga keturunan Arab-Israel berunjuk rasa dan berduka memperingati 71 tahun Hari Nakba yang jatuh pada Kamis (10/5).
Sesuai dengan artinya, warga keturunan Arab Israel dan warga Palestina menganggap Hari Nakba atau peringatan pembentukan negara Israel sebagai bencana.
Sejak negara Israel terbentuk pada 1948 lalu setelah Perang Enam Hari berlangsung, ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah yang ditempati leluhur mereka sejak lama.


Dengan membawa slogan bertuliskan "Hari Kemerdekaan Kalian adalah Bencana Bagi Kami", para demonstran berkumpul di utara Kota Umm al-Fahm, utara Israel. Sebagian besar penduduk di kota itu merupakan warga Israel keturunan Arab.
Selama unjuk rasa berlangsung, para pedemo juga turut menyanyikan lagu nasional dan mengibarkan bendera Palestina.
Sementara itu, warga asli Israel merayakan hari ini sebagai hari kemerdekaan. Mereka secara resmi merayakan hari pembentukan Israel pada 14 Mei mendatang karena menyesuaikan dengan kalender Ibrani.

Berdasarkan kalender umat Yahudi itu, Israel memenangkan Perang Enam Hari dan mencaplok wilayah Palestina pada 14 Mei 1948 lalu. Hingga kini, jutaan warga Palestina mengungsi ke berbagai wilayah di seluruh dunia, seperti Yordania, Suriah, dan Libanon, Arab Saudi, hingga Chile.
Mereka menuntut hak untuk kembali ke tanah leluhur mereka. Namun, Israel menganggap perubahan demografis seperti itu berarti akhir dari negara Yahudi.
Warga keturunan Arab Israel berjumlah 17,5 persen dari total populasi penduduk di negara Zionis tersebut. Mereka merupakan warga asli Palestina yang tetap bertahan di tanah mereka pada 1948.
Sebagian besar dari warga Arab Israel mendukung perjuangan Palestina merebut kembali kemerdekaan dan wilayahnya selama ini.
"Peringatan Nakba menjadi sangat penting tahun ini, sebagai bentuk merespons dan menggagalkan kesepakatan Amerika Serikat abad ini," ucap seorang anggota parlemen Israel keturunan Arab, Ayman Odeh, seperti dilansir AFP.

Komentarnya pada rapat umum itu merujuk pada rencana perdamaian Palestina-Israel yang digagas AS.
Palestina menolak proposal damai itu lantaran dianggap tak menyertakan solusi dua negara, yang selama ini dianggap sebagai jalan keluar konflik.
AS juga dianggap sangat pro-Israel dalam menjembatani perdamaian lantaran telah mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Yerusalem selama ini menjadi sumber utama konflik Palestina-Israel, di mana kedua pihak sama-sama mengklaim kota suci tiga agama itu sebagai Ibu Kota mereka.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pelantikan Pengurus IKANOTAMA Periode 2019-2021 Pelantikan Pengurus IKANOTAMA Periode 2019-2021

23 September 2019, 07:04:36

Ikatan Alumni Program Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKn) Universitas Narotama (IKANOTAMA) telah menetapkan struktur kepengurusan untuk periode 2019-2021. Pelantikan Pengurus IKANOTAMA Periode 2019-2021 dilakukan oleh Kaprodi MKn UNNAR Dr. Habib Adjie, SH, M.Hum yang berlangsung di Conference Hall pada Kamis, 19 September 2019. Pergantian pengurus IKANOTAMA dari Abdul Hamid, SH, MKn (ketua periode 2017-2019) kepada Rino Arief Rachman, SH, MH, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kiat Pilih Saham untuk Mahar Pernikahan
23 September 2019, 09:00:00

Kiat Pilih Saham untuk Mahar Pernikahan Jakarta -- Penyerahan mahar kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara pernikahan. Seiring perkembangan zaman, bentuk mahar yang diserahkan kepada mempelai wanita kian beragam, salah satunya berupa saham. Perencana keuangan dari .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....