go green
Recent Issues Jerapah Kebun Binatang Surabaya Pingsan Jerapah Kebun Binatang Surabaya Pingsan

08 Maret 2012, 11:23:37

Mimpi buruk binatang-binatang koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) belum berakhir. Setelah sejumlah binatang mati mengenaskan, hari ini seekor jerapah ditemukan pingsan. Pengelola KBS khawatir binatang berleher panjang ini menelan plastik, seperti yang ditemukan di lambung jerapah koleksi KBS lain yang ditemukan mati beberapa waktu lalu.

Jerapah itu ditemukan tergeletak sekitar pukul 06.45 WIB, Kamis 1 Maret 2012. Untuk mengangkut jerapah itu, petugas terpaksa memasang penopang dari besi. "Kondisinya stabil dan saat ini tengah kami infus," kata Humas KBS Anthan Warsito saat dihubungi VIVAnews.com.

Jerapah berusia antara 25 sampai 30 tahun itu, kata Athan, merupakan koleksi satu-satunya miliki KBS. Ia salah satu satwa yang masuk daftar hewan tua dan dalam kondisi kurang sehat.

Anggota Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS Toni Sumampouw mengkhawatirkan jerapah itu pingsan, selain karena usianya yang sudah tua, juga karena ada plastik di lambungnya. "Itu berkaca pada jerapah yang mati sebelumnya," katanya.

Kejadian pagi itu, ujar dia, sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Sebetulnya, bukan kali ini saja hewan-hewan di KBS bermasalah. Sebelumnya, satu per satu hewan mati mengenaskan di kebun binatang ini. Terakhir, pada akhir Januari lalu seeker celeng goteng ditemukan mati. Babi hutan yang habitat aslinya di Pulau Jawa itu ditemukan tak bernyawa dengan tanda-tanda keracunan sianida di lambung, jantung, dan paru-parunya.

Sebelum itu, seekor komodo juga mati mengenaskan. Tercatat, dalam kurun waktu lima tahun sejak 2006 hingga 2010, jumlah satwa KBS yang mati tercatat 1.919 ekor, sementara yang lahir atau menetas 1.089 ekor.

Diduga, kematian mendadak hewan-hewan ini merupakan buntut dari masih terjadinya dualisme pengelolaan KBS. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur telah mengancam akan mengevakuasi satwa-satwa koleksi KBS. BKSDA menilai kematian itu disebabkan dua faktor: dibiarkan mati atau juga karena buruknya kondisi pakan dan kandang mereka. (kd)
VIVAnews

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Penggelaran Sarjana ke-44 dan Magister ke-32 UNNAR Penggelaran Sarjana ke-44 dan Magister ke-32 UNNAR

19 September 2017, 03:05:56

Universitas Narotama (UNNAR) menyelenggarakan Yudisium dan Penggelaran kepada Calon Wisudawan Sarjana ke-44 dan Magister ke-32 terhadap mahasiswa yang lulus pada Semester Gasal TA 2017-2018. Acara penggelaran tersebut dilaksanakan di Plaza Gedung E UNNAR pada Sabtu, 16 September 2017. Penggelaran dilakukan oleh para dekan dari masing-masing fakultas yang ada di UNNAR. Pemberian piagam kepada mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) oleh Prof. Dr. Soebandi, SE.Ak,CPA, mahasiswa lulusan Fakultas Hukum (FH) oleh Prof. Dr. H. Afdol, SH, MS, mahasiswa lulusan Fakultas Teknik (FT) oleh Dr. Koespiadi, ST, MT, dan piagam kepada mahasiswa lulusan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) oleh Cahyo Darujati, ST, [...]

Selengkapnya        print  word  pdf

            www.narotama.ac.id

Calculating page load time...