go green
Recent Issues Negara Arab Putuskan Qatar, Puncak Gejolak Teluk Persia Sejak 2011 Negara Arab Putuskan Qatar, Puncak Gejolak Teluk Persia Sejak 2011

07 Juni 2017, 09:00:42

KAWASAN Teluk Persia bergejolak. Secara tiba-tiba Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah tersebut diikuti oleh Mesir, Libya, Yaman, dan Maladewa. Doha dalam beberapa hari terakhir menjadi musuh bersama di kawasan Timur Tengah.
Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok militan seperti Al Qaeda dan ISIS. Tuduhan dilancarkan setelah muncul pemberitaan kantor berita QNA yang memuat pidato Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al Thani tentang Israel dan Iran.
Emir kedelapan Qatar itu mengatakan, relasi dengan Israel dan Iran sangat baik. Teheran disebutnya adalah kekuatan Islam terbesar di kawasan Timur Tengah yang tidak bisa dihiraukan begitu saja. Komentar tersebut sangat fatal mengingat Iran adalah rival Arab Saudi di kawasan.
Benar saja, Arab Saudi menggunakan pengaruhnya untuk menekan Qatar lewat Asosiasi Negara-Negara Teluk (GCC). Diplomat serta diaspora Qatar diminta segera meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 48 jam. Kawasan memanas.
Pemerintah Qatar menolak tuduhan tersebut. Mereka menyatakan situs resmi kantor berita QNA mengalami peretasan demikian pula halnya dengan akun Twitter resmi Menteri Luar Negeri Syeikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al Thani. Namun, semua sudah terlambat.
Gangguan Lintas Sektoral
Pemutusan hubungan diplomatik tersebut berdampak luas dalam segala segi kehidupan. Segala bentuk kerjasama yang terjalin antara Arab Saudi dengan Qatar terganggu. Riyadh dan Doha selama ini berbagi jalur perdagangan darat yang sama.
Qatar juga diketahui mengimpor banyak barang dari negara-negara Teluk. Sebagai contoh, Qatar mengimpor bahan pangan dari Arab Saudi. Menurut laporan BBC, sekira 40% stok pangan di Qatar dipasok melalui jalur perdagangan darat yang melintasi perbatasan Saudi-Qatar. Dengan penutupan perbatasan, maka Qatar kini mengandalkan jalur laut dan udara.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Kroasia Menjajaki Kerja Sama Keamaan Jaringan Siber dengan Surabaya Kroasia Menjajaki Kerja Sama Keamaan Jaringan Siber dengan Surabaya

13 Oktober 2017, 00:59:14

Perkembangan teknologi informasi yang terus meningkat di Indonesia menuntut pengembangan sistem keamanan yang baik untuk mencegah pembajakan yang dilakukan melalui internet. Hal ini menarik Kroasia dan CEO INSig2 untuk menggandeng Kota Surabaya guna mengembangkan sistem keamanan internet atau "cyber security" dan digital forensic di Indonesia khususnya Surabaya. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Kroasia untuk Indonesia, HE Drazen Margeta dalam kunjungannya ke DPRD Kota Surabaya, Rabu (11/10). Hadir dalam acara yang bertempat di Ruang Rapat DPRD Surabaya, Walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, MT, Ketua DPRD Surabaya Ir. H. Armuji, MH, Rektor Universitas Narotama Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP [...]

Selengkapnya        print  word  pdf

            www.narotama.ac.id

Calculating page load time...