go green
Recent Issues

Georgia dan Indonesia Sepaham Soal Suriah

Georgia dan Indonesia Sepaham Soal Suriah

30 Juni 2012, 08:12:34

"Masalah Suriah itu sudah sangat serius dan tidak bisa ditoleransi."
JUM'AT, 29 JUNI 2012, 20:08 WIB
Maya Sofia, Indrani Putri

Mobil hancur akibat ledakan di Damaskus, Suriah (REUTERS/Khaled al-Hariri)
VIVAnews - Gejolak Suriah yang tidak kunjung henti terus mengundang kecaman dari masyarakat internasional. Salah satu negara pecahan Uni Soviet, Georgia, mengambil sikap yang sama dengan Indonesia terkait masalah ini.

"Masalah Suriah itu sudah sangat serius dan tidak bisa ditoleransi lagi, mengingat wanita dan anak-anak juga turut menjadi korban. Kami mendukung sikap Liga Arab dan PBB bahwa kekerasan harus dihentikan secepatnya," ujar Menteri Luar Negeri Georgia, Grigol Vashadze di Jakarta, Jumat, 29 Juni 2012.

Vashadze menambahkan, negara yang baik seharusnya tidak memerangi perbedaan pandangan yang ada di rakyatnya menggunakan kekerasan dan senjata. Dia juga menyatakan tidak setuju dengan sikap Rusia terhadap Suriah.

Sementara itu, menurut Menlu RI, Marty Natalegawa, pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi terkait penyelamatan WNI di Suriah. Menurut dia, pemerintah saat ini hanya bisa memastikan WNI di Suriah berada jauh dari kantong konflik.

Proses penyelamatan WNI hingga saat ini juga masih terus dijalankan secara bertahap. "Intinya, Indonesia menyerukan bahwa kekerasan di Suriah harus dihentikan melalui modalitas yang telah ditetapkan, yaitu tim pengamat dari PBB. Namun, kami juga harus siap seandainya cara ini tidak memadai," kata Marty.

Jika hal ini terjadi, pemerintah harus memikirkan opsi lain yang dapat memperkuat mandat untuk menciptakan perdamaian. "Ini merupakan sebuah proses, jadi kami tidak bisa gegabah," ujarnya. (art)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....