go green
Recent Issues

Indonesia Hanya Punya 16 Menit untuk Berlindung Jika Nuklir Korut Meleset

Indonesia Hanya Punya 16 Menit untuk Berlindung Jika Nuklir Korut Meleset

20 Desember 2017, 04:24:38

DEPOK Tensi politik dan keamanan kian meningkat di Semenanjung Korea seiring sikap Korea Utara (Korut) yang tidak mengindahkan kecaman dunia soal program nuklirnya. Meski secara geografis jauh dari wilayah konflik tersebut, Indonesia tetap harus waspada.
Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan), Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian mengingatkan, di era globalisasi seperti saat ini, konflik yang terjadi di belahan dunia mana pun tentunya akan berdampak kepada negara lain, termasuk Indonesia.
nuklir Korea Utara benar-benar diluncurkan ke arah Jepang atau Amerika Serikat, atau ke arah selatan, kita bisa terkena dampak. Jika nanti ada salah perhitungan dan berbagai kesalahan lainnya, ada kemungkinan rudal itu jatuh ke wilayah Indonesia. Kita hanya punya waktu 16 menit untuk berlindung karena kecepatan rudal bisa dua kali kecepatan suara, ungkap Amrulla dalam seminar nasional bertajuk "Diplomasi Pertahanan Republik Indonesia Menanggapi Krisis di Semenanjung Korea" di Universitas Indonesia, Kota Depok, belum lama ini.
BACA JUGA: Semenanjung Korea Memanas, Indonesia Harus Ambil Sikap Tegas
Ia menambahkan, meski ketegangan kawasan di Semenanjung Korea terus meningkat hingga dapat menyebabkan konflik, Indonesia belum menunjukkan perhatian lebih pada isu ini.
"Seolah informasi yang masuk tidak semasif seperti misalnya isu Palestina. Tapi sebetulnya penting sekali karena dampaknya (rudal nuklir) itu bisa menghancurkan sebuah wilayah dalam hitungan menit saja," terang mantan ajudan Presiden RI pada masa Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Lantas, apakah Indonesia sudah siap atas kemungkinan terburuk itu? Amrullah menyatakan, untuk mengantisipasi itu TNI sebagai salah satu komponen negara harus menjaga keselamatan masyarakat.
"Sejauh ini, kita di TNI sudah ada Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Di dalam itu, kita menghadapi konsep serangan udara konvensional atau misalnya diserang oleh pesawat udara dari musuh. Tapi sekarang mau tidak mau karena krisis di Semenanjung Korea kita harus bisa menghadapi serangan dari rudal. Rudal itu jauh lebih cepat dan daya ledaknya tinggi, dan juga bisa meledak di mana saja. Latihan atau simulasi rutin dilakukan, tapi itu diatas kertas dan komputer, kan kenyataaannya kita belum punya alat-alat canggih (untuk menangkal serangan nuklir) itu," tandasnya.
(rfa)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan

23 Mei 2019, 02:15:59

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kisah Ursulah Diana Fitriani dan kawan-kawan dari Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Inovasi karya mahasiswi Program Studi Akuntansi bersama keempat orang temannya berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka buat adalah produk makanan yang mereka namakan Lupis Semanggi Rainbow Cake. Ide membuat Lupis Semanggi itu ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir
26 Mei 2019, 09:00:01

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir Pemerintah Iran menyatakan mulai hari ini berhenti menjalankan sebagian persyaratan yang harus dilaksanakan dalam pakta perjanjian penghentian program senjata nuklir pada 2015. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk protes atas tekanan .....

Ahli Keamanan Siber Ungkap Cara Kerja Ikea Tipu-tipu
26 Mei 2019, 09:00:01

Ahli Keamanan Siber Ungkap Cara Kerja Ikea Tipu-tipu Security Technical Consultant Prosperita ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan melalui tautan (link) phising. Hal ini terjadi lantaran masyarakat tidak memperhatikan alamat situs tipu-tipu, .....