go green
Recent Issues

OPOP Training Center Diresmikan, Prof Nuh Siapkan Jaringannya

OPOP Training Center Diresmikan, Prof Nuh Siapkan Jaringannya

23 Agustus 2019, 09:00:00

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh DEA meresmikan One Pesantren One Product (OPOP) Training Center di Universitas NU Surabaya (Unusa). Menurutnya, OPOP tidak hanya mengembangkan santri dan pesantrennya saja, namun menyiapkan ekosistem hingga jaringannya.

Prof Nuh meresmikan OPOP bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan perwakilan International Council for Small Business (ICSB). Mantan Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) itu menyampaikan, untuk menjadi seorang pengusaha, ada yang memang telah memiliki keahlian. Namun ada juga yang perlu disiapkan melalui sekolah dan pelatihan.
"Dari ide itulah maka kenapa kita harus membangun yang namanya OPOP Training Center, karena kita punya keyakinan bahwa jika dilatih, didampingi terus diberi kesempatan itu insya Allah bisa," kata Prof Nuh usai peresmian OPOP Training Center di Kampus Unusa Surabaya Jalan Jemursari Surabaya, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, penyiapan ekosistem ini penting. Ia mengibaratkan, penyiapan bibit saja tidak cukup jika tidak ada ekosistem terbaik sebagai wadahnya.
"Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Yang kedua, kata kuncinya adalah kalau nanti sudah jadi, barangnya itu produksinya relatif gampang tetapi memasukkan hasil produksi pada komersial domain ini sama sekali tidak mudah," imbuhnya.

Maka dari itu, M Nuh menyebut pentingnya membangun jaringan. Dalam hal ini, Prof Nuh mengatakan telah ada jaringan Transmart yang siap mewadahi.
"Hasil produk bisa masuk dalam pasar mainstream komersial itu sama sekali tidak mudah, ingin menyiapkan komersial domain ini yang merupakan bagian dari ekosistem. Kita punya jaringan antara lain Transmart. Nah itu jaringan kita di Transmart itu nanti bagaimana itu yang sudah memenuhi standar kita taruh di Transmart. Misalnya OPOP Al Hidayah," paparnya. "Tidak berhenti sampai di situ saja karena di Transmart ini ada juga yang namanya Antum. Antum itu Aliansi Transmart untuk Umat. Ada Yarsis Mart itu program dari Antum, koperasi yang suplai barangnya dari Transmart dengan harga yang bisa kompetitif," imbuhnya.

Prof Nuh menambahkan produk OPOP ini juga akan tersebar di seluruh Transmart di Indonesia.
"Nanti bareng-bareng apa itu tidak hanya di Transmart, tapi ke project Antum ini bisa ditaruh di RSI Wonokromo, dan tidak hanya di Surabaya, di setiap Transmart punya project Antum. Yang mahal itu jaringannya," pungkasnya.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....