go green
Recent Issues

Kredit Fiktif, PNS Dinas Pertanian Sumut Dituntut 14 Tahun

Kredit Fiktif, PNS Dinas Pertanian Sumut Dituntut 14 Tahun

24 Agustus 2019, 09:00:01

Medan -- Seorang pegawai negeri sipil Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Mulyono (52), dituntut dengan hukuman 14 tahun penjara pada Kamis (22/8). Ia dianggap bersalah mengajukan kredit fiktif di BRI Agroniaga yang merugikan negara Rp23 miliar.

"Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 14 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 6 bulan," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adlina dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan.

Selain pidana penjara dan denda, warga Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu ini juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp23 miliar. Apabila tidak dibayar maka diganti penjara selama 6 tahun.

Menurut JPU perbuatan terdakwa Mulyono sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), (3) UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

Usai persidangan, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pleidoi pada persidangan pekan depan. Sementara itu, terdakwa memilih bungkam dan menyarankan agar wartawan mewawancarai penasihat hukumnya saja.

"Wawancara penasehat hukum saya saja ya," ujar Mulyono.

Sementara itu, penasihat hukumnya mengatakan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa tersebut.

"Iya, kami mengajukan pembelaan. Pekan depan kami bacakan. Nanti di pembelaan kami ungkapkan semua," ungkapnya.

Seperti diketahui, Mulyono sempat menjadi buronan Kejaksaan Tinggi Sumut. Hingga akhirnya dia ditangkap di Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi pada 7 Desember 2018. Selama pelariannya, Mulyono menggunakan KTP palsu dengan nama Suwandi.

Mulyono membuat kredit fiktif dengan menerbitkan 40 debitur. Kredit fiktif ini diajukan di BRI Agroniaga Cabang Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Dia sengaja mengajukan kredit atas nama 40 orang pada tahun 2013 hingga 2015. Dalam perjalanannya, Mulyono tidak membayarkan kredit yang diajukan 40 debitur dengan total keseluruhan Rp23 miliar.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama

18 September 2019, 06:03:29

Masruroh menangis haru saat mendengarkan ucapan selamat dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UNNAR), Andini Dwi Arumsari, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog saat penggelaran Yudisium, Sabtu (14/9/2019). Masruroh adalah peserta yudisium yang juga merupakan lulusan tertua dalam yudisium pertama Program Studi PG PAUD UNNAR. Semangatnya yang begitu besar untuk menyelesaikan studi, ia ungkapkan, adalah berkat Dekan dan jajaran dosen serta ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal
20 September 2019, 09:00:00

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal Jakarta -- Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditas ilegal. Dengan pemblokiran tersebut, hingga September 2019 ini, Bappebti sudah memblokir 142 .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....