go green
Recent Issues

Divonis Mati, Otak Penyelundupan Sabu dari Malaysia Ngamuk

Divonis Mati, Otak Penyelundupan Sabu dari Malaysia Ngamuk

14 Juni 2019, 09:00:03

Medan -- Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman mati kepada Junaidi Siagian alias Edi (37) karena terbukti bersalah sebagai otak penyelundupan sabu seberat 53 kilogram dari Malaysia ke Medan.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Junaidi Siagian alias Edi dengan pidana mati," ujar majelis hakim yang diketuai oleh Morgan Simanjuntak di Ruang Cakra IV PN Medan, Selasa (11/6) sore.

Majelis hakim berpendapat perbuatan Junaidi tidak mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan, hal yang meringankan tidak ada.

Dalam persidangan itu, terdakwa lainnya yakni Elpi Darius (49) dalam kasus ini lolos dari hukuman mati. Elpi hanya divonis selama seumur hidup penjara. Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Karena peran kamu (Junaidi) terbukti merupakan otak (pelaku) dalam kasus ini. Sedangkan dia (Elpi) hanya mengikuti perintahmu (Junaidi), ini berbeda," ujar hakim Morgan kepada terdakwa Junaidi.

Atas putusan itu, Junaidi langsung menyatakan akan mengajukan banding. Sebab putusan yang dijatuhjan majelis hakim menurutnya tidak adil.

"Saya akan banding, Pak Hakim," ujar Junaidi.

Setelah hakim mengetuk palu, Junaidi mengamuk. Dia menuding Jaksa Penuntut Umum (JPU) sengaja menyudutkannya sehingga Hakim menjatuhinya hukuman mati.

"Saya tidak terima, saya keberatan. Kami berlima, saya dihukum mati kenapa kawan saya ada yang dihukum 17 tahun. Ini ada apa," teriak Junaidi.

Dalam kasus ini, Junaidi dan Elpi dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina. Usai sidang, keluarga Junaidi histeris karena hukuman mati itu.

"Kenapa dihukum mati, Pak Hakim? Junaidi tidah bersalah," teriak salah satu wanita yang merupakan keluarga Junaidi.

Dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina, pada tanggal 29 September 2018, Bang selaku WN Malaysia menelpon Junaidi dan menyuruhnya menyewa kapal boat untuk menjemput sabu sebanyak 50 bungkus ke Portklang, Malaysia.

"Junaidi dijanjikan mendapat upah sebesar Rp 50 juta. Kemudian, Junaidi kembali disuruh untuk menelpon Darwin yang merupakan tekong kapal boat (belum tertangkap)," kata JPU.

Selanjutnya, Junaidi menyewa kapal boat untuk menuju Medan. Saat melintas di kawasan Pancurbatu, mobil yang dikendarainya diikuti petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya mobil pelaku dihentikan petugas di Kecamatan Medan Johor.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019 Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019

20 Juli 2019, 04:17:58

Tiga mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) berperan besar buat tim futsal putra Surabaya menuju babak final untuk merebut medali emas Porprov Jatim VI 2019. Pada laga final, Surabaya menang 4-1 atas Kota Malang di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (13/7/2019). Mereka adalah Bagas Arya Siswantoro (prodi Ilmu Hukum), Alfredo Sony Febryan (prodi Manajemen), dan Fernanda Dhanny Geraldine (prodi Manajemen). Futsal putra Surabaya ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Perusahaan Ritel Ponsel Harap Berkah dari Aturan IMEI
21 Juli 2019, 09:00:10

Perusahaan Ritel Ponsel Harap Berkah dari Aturan IMEI Jakarta -- Perusahaan ritel telepon seluler meyakini akan memperoleh berkah dari penerapan aturan validasi IMEI dalam waktu dekat. Beleid penghambat peredaran ponsel ilegal itu dinilai bisa mendorong omzet penjualan resmi .....

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal
21 Juli 2019, 09:00:10

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal

Tokopedia mengakui kesulitan untuk mengontrol peredaran produk ilegal, khususnya ponsel ilegal. Pasalnya, platform Tokopedia bersifat user generated content (UGC) alias para penggunalah yang mengunggah konten. Head of Category Browse .....