go green
Recent Issues

773 Juta E-mail Dipastikan Bocor, Cek Apakah Milik Anda Termasuk

773 Juta E-mail Dipastikan Bocor, Cek Apakah Milik Anda Termasuk

20 Januari 2019, 09:00:00

KOMPAS.com - Bulan pertama 2019 belum lagi berakhir, namun sebuah insiden kebocoran data besar sudah mengemuka. Sebanyak 773 juta unique ID (alamat) e-mail dan 21 juta password telah dicuri dan beredar di internet. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti keamanan Troy Hunt. Data ratusan juta e-mail itu tertampung dalam sekitar 12.000 file dengan ukuran total 87 GB yang diunggah ke layanan cloud hosting Mega. “Kumpulan bocoran data e-mail ini berasal dari banyak sumber berbeda,” tulis Hunt dalam sebuah artikel di situs miliknya. Ribuan file berisi bocoran e-mail tadi sudah dihapus dari Mega, namun masih bisa ditemukan di sebuah forum hacker populer yang namanya tidak disebutkan oleh Hunt. Dia menyebut ratusan juta e-mail yang bocor sebagai “Collection #1”, sesuai dengan nama root folder yang memuat datanya di forum hacker dimaksud. Salah satu posting terkait dalam forum tersebut menyebutkan bahwa bocoran data diambil dari “lebih dari 2.000 database dan combo (kombinasi amlamat dan password e-mail) dengan teknik dehash”. Kebocoran data di atas merupakan yang terbesar setelah kejadian peretasan Yahoo pada 2013, yang menimpa hampir tiga miliar akun. Untungnya, di samping alamat dan password e-mail, dalam insiden kali ini tidak ada informasi sensitif yang ikut bocor, misalnya soal kartu kredit. Baca juga: Hati-hati Ganti Nomor WhatsApp, Pesan Bisa Nyasar ke Orang Lain Cara memeriksa apakah e-mail Anda termasuk yang dibocorkan Meski demikian, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Jumat (18/1/2019), ada baiknya memeriksa apakah akun e-mail Anda ikut terdampak atau tidak. Hunt telah mengintegrasikan database ratusan juta e-mail yang bocor di situs keamanan miliknya, Have I Been Pwned. Situs ini bisa mengecek apakah sebuah akun pernah terdampak oleh insiden kebocoran data. Tampilan situs Have I Been Pwned untuk memeriksa apakah sebuah akun pernah dibocorkan di internet. Apabila tidak, maka akan muncul tulisan Good News - no pwnage found!(Have I Been Pwned) Cara mengeceknya mudah saja. Cukup ketikkan alamat e-mail di kolom utama yang tersedia, lalu klik tombol “pwned?” di sisi kanan. Laman "Have I Been Pwned" kemudian akan menelusuri database dan memberitahukan Anda apabila informasi akun tersebut pernah termasuk dalam kebocoran data. Apabila ada akun yang terdampak kebocoran data, sebaiknya segera ganti password dan aktifkan sistem otentikasi two factor authentication untuk meningkatkan keamanan.

Sumber: Kompas.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan

23 Mei 2019, 02:15:59

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kisah Ursulah Diana Fitriani dan kawan-kawan dari Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Inovasi karya mahasiswi Program Studi Akuntansi bersama keempat orang temannya berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka buat adalah produk makanan yang mereka namakan Lupis Semanggi Rainbow Cake. Ide membuat Lupis Semanggi itu ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir
26 Mei 2019, 09:00:01

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir Pemerintah Iran menyatakan mulai hari ini berhenti menjalankan sebagian persyaratan yang harus dilaksanakan dalam pakta perjanjian penghentian program senjata nuklir pada 2015. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk protes atas tekanan .....

Ahli Keamanan Siber Ungkap Cara Kerja Ikea Tipu-tipu
26 Mei 2019, 09:00:01

Ahli Keamanan Siber Ungkap Cara Kerja Ikea Tipu-tipu Security Technical Consultant Prosperita ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan melalui tautan (link) phising. Hal ini terjadi lantaran masyarakat tidak memperhatikan alamat situs tipu-tipu, .....