go green
Recent Issues

RI Rangkul Argentina Demi Perluas Ekspor ke Amerika Latin

RI Rangkul Argentina Demi Perluas Ekspor ke Amerika Latin

15 Mei 2019, 09:00:00

Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah Indonesia tengah berupaya memperluas kinerja ekspor ke negara-negara nontradisional di kawasan Amerika Latin melalui Argentina. Pasalnya, Argentina merupakan mitra dagang utama Indonesia dan menjadi salah satu anggota organisasi dagang di Amerika Selatan.

Sejak 1985, Argentina menjadi anggota Asosiasi Perdagangan Negara-negara Amerika Selatan (Mercado Común del Sur/Mercosur). Anggota lainnya, yaitu Brasil, Uruguay, Paraguay, dan Venezuela.

"Itu akan menguntungkan kalau kami bikin kerja sama dengan mereka (Argentina), karena mereka berjanji Mercosur akan membuat studi (rencana kerja sama) yang detail dengan kami untuk joint," ujar Darmin di kantornya, Rabu (8/5) malam.

Darmin mengatakan studi bertajuk Joint Feasibility Study itu akan memetakan hal-hal apa saja yang sekiranya bisa dikerjasamakan antara Indonesia dengan negara-negara anggota Mercosur. Indonesia menargetkan setidaknya bisa memperoleh skema kerja sama perdagangan bebas dengan Mercosur.

Darmin belum bisa membagi lebih rinci langkah yang akan ditempuh Indonesia, Argentina, dan Mercosur ke depan. Begitu pula dengan target-target perdagangan yang dibidik dari kerja sama ini dan dampaknya bagi kinerja perdagangan Indonesia ke depan.

"Kami pelajari dulu kerja sama perdagangan di sana seperti apa," ungkapnya.

Ia menekankan perluasan kerja sama perdagangan dengan Mercosur melalui Argentina diperlukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kinerja ekspor bisa meningkat guna menopang pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, diperlukan perluasan akses pasar ke negara-negara nontradisional, termasuk kawasan Amerika Latin.

Sementara, menurut Darmin, untuk mendekati para negara anggota Mercosur, Indonesia lebih dulu mempererat kerja sama dengan Argentina. Kedua negara kini tengah saling menawarkan potensi perdagangan yang bisa ditingkatkan.

Indonesia tengah berupaya meningkatkan kinerja perdagangan beberapa produk ekspor utama ke Argentina, misalnya alas kaki dan produk alas kaki, karet dan produk karet, serta mesin dan peralatan listrik. Selain itu, Indonesia juga menawarkan ekspor pesawat terbang hasil produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero), khususnya jenis CN212 dan N219.

Tak hanya menawarkan ekspor pesawat terbang, Darmin bilang, pemerintah juga berencana menawarkan ekspor buah-buahan tropis.

Sementara Argentina, kata Darmin, menawarkan pengembangan sektor pertanian Indonesia dan peningkatan kualitas ketahanan pangan yang berkelanjutan. Caranya, dengan memperluas akses pasar produk hortikultura hingga transfer teknologi di alat dan mesin pertanian yang didatangkan dari Argentina ke Indonesia.

"Mereka bicara peluang investasi, tapi tidak besar, misalnya mesin pertanian. Artinya, mereka tertarik untuk invest di sini di bidang itu karena punya produk yang lumayan di mesin pertanian," jelasnya.

Argentina merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Amerika Latin. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai US$1,68 miliar pada 2018. Nilai tersebut meningkat sekitar 17,96 persen dari 2017.

Namun, Indonesia mencatatkan defisit perdagangan dari Argentina mencapai US$1,2 miliar pada 2018. Jumlah defisit itu meningkat sekitar 35,02 persen dari 2017. Hal itu terjadi karena total ekspor Indonesia ke Argentina hanya sekitar US$250 juta. Sementara nilai ekspor Argentina ke Tanah Air mencapai US$1,43 juta.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran
26 Juni 2019, 09:00:14

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran Rusia mengecam sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut merupakan langkah yang ilegal. Dalam jumpa pers rutin, Peskov enggan .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....