go green
Recent Issues

Pemerintah Tawarkan Empat Blok Migas di Lelang Kedua 2019

Pemerintah Tawarkan Empat Blok Migas di Lelang Kedua 2019

14 Mei 2019, 09:00:01

Jakarta -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang empat blok dalam lelang Wilayah Kerja (WK) migas tahap II di tahun ini. Lelang tersebut terdiri dari tiga blok eksplorasi dan satu blok produksi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto merinci tiga blok migas eksplorasi tersebut terdiri dari Blok Kutai, Blok West Ganal, dan Blok Bone. Sementara satu blok eks-produksi yang ditawarkan kali ini adalah West Kampar.

"Pembukaan akses dokumen lelang dimulai pada hari ini dan diberikan waktu dua bulan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut. Kami sampaikan bahwa di dalam penawaran ini, kami membebaskan akses data bagi peserta lelang bagi yang telah akses dokumen," jelas Djoko, Rabu (8/5).

Kemudian, Djoko merinci kondisi blok-blok migas tersebut.

Pertama, Blok Kutai. Blok ini berlokasi di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) dan berada di sisi timur Kalimantan.

Agar bisa mendapatkan blok ini, peserta lelang perlu menawarkan bonus tanda tangan minimal US$2,5 juta dan komitmen pasti investasi (firm commitment) berupa studi geologi dan geofisika (G&G) dan seismik tiga dimensi untuk wilayah seluas 1.000 kilometer persegi.

Kedua, Blok Bone. Terletak di sisi timur provinsi Sulawesi Selatan dan bersifat offshore. Agar punya hak eksplorasi, peserta lelang perlu menyiapkan bonus tanda tangan minimal US$2,5 juta dan firm commitment berupa studi G&G dan seismik untuk wilayah seluas 500 kilometer persegi.

"Kami yakin di dua blok itu masih ada lapisan bawah tanah yang menyambung dengan keadaan sekelilingnya, sehingga ada cadangan hidrokarbon. Untuk diketahui, Blok Kutai dekat dengan blok-blok produksi seperti Sanga-Sanga dan EastKal, sementara Blok Bone dekat dengan Sengkang," kata dia.

Blok ketiga yakni West Ganal. Blok ini, lanjut Djoko, sebenarnya sudah ditawarkan pada lelang WK tahap I yang hasilnya keluar Selasa (7/5) kemarin.

Pada lelang tersebut, ada dua investor yang berminat pada West Ganal, yakni konsorsium PT Pertamina (Persero)-ENI Indonesia Ltd dengan Neptune Energy Muara Bakau BV. Namun, karena dua peminat itu tak mencantumkan detail firm commitment yang akan dilakukan, maka pemerintah memutuskan tidak ada perusahaan yang memenangkan lelang West Ganal.

Selain melelang ulang, pemerintah juga mengubah syarat dan ketentuan (Terms and Condition/T&C) dari lelang blok ini. Pertama, bonus tanda tangan dinaikkan dari US$15 juta menjadi US$29 juta. Kedua, kewajiban seismik juga meningkat dari sebelumnya 400 km persegi menjadi 600 km persegi.

"Terakhir, kami juga lelang WK eks produksi di West Kampar di Riau. Minimal bonus tanda tangan adalah sebesar US$5 juta dengan total firm commitment sebesar US$64,43 juta," jelas dia.

Lelang ini merupakan kelanjutan dari lelang WK migas tahap pertama 2019 yang diumumkan kemarin. Pada lelang tersebut, pemerintah menawarkan lima blok migas, namun hanya dua blok saja yang boleh dikelola investor.

Dua blok tersebut adalah Blok Selat Panjang yang dimenangkan oleh konsorsium Sonoro Energy Ltd-PT Menara Global Energi dan Blok Anambas yang dimenangkan oleh Kufpec Regional Ventures (Indonesia) Ltd.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....