go green
Recent Issues

Polisi Tangkap Pemilik Bom di Toko Handphone Bekasi

Polisi Tangkap Pemilik Bom di Toko Handphone Bekasi

15 Mei 2019, 09:00:00

Jakarta -- Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap satu orang terduga teroris terkait temuan bom di salah satu toko handphone (telepon genggam) Wanky Cell di Bekasi, kemarin. Pelaku atas nama Rafli diduga masih terkait jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

"Tersangka adalah kepala, artinya dia yang mengkoordinir dari mereka yang telah kita lakukan penangkapan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Bekasi, Kamis (9/5).

Argo membenarkan penangkapan Rafli merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sejumlah terduga teroris di Bekasi beberapa waktu lalu.

Selain itu, disampaikan Argo, dari dua bom yang ditemukan di toko handphonetersebut, salah satunya telah dilakukan tindakan disposal atau diledakkan, Rabu (8/5) malam pukul 21.00 WIB.

Sedangkan untuk satu bom lainnya, kata Argo, rencananya akan dilakukan tindakan disposal pada hari ini. Argo menyebut tim penjinak bom, laboratorium forensik (labfor), dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bom. Argo mengungkapkan dari hasil olah TKP ada sejumlah barang yang turut diamankan.

"Menemukan ada beberapa yang ada kaitannya dengan bom, yakni kabel dan sudah dibawa Jibom," ucap Argo.

Selain itu, tim Labfor juga mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk meracik bom. Sedangkan tim Inafis, kata Argo, mengamankan sidik jari yang ditemukan di toko handphone tersebut.

Sementara itu, tim Densus 88 mengamankan barang bukti berupa buku-buku tentang belajar membuat bahan peledak dan tentang internet. "Ada buku-buku yang dua belajar untuk membuat bahan peledak dan tentang internet di sana," kata Argo. Di lokasi juga ditemukan sejumlah tulisan namun belum diketahui pasti maksud dan tujuan tulisan tersebut.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung selama tiga hari. Delapan terduga teroris ini ditangkap di daerah yang berbeda yaitu Bitung, Tegal, dan Bekasi pada Kamis (2/5), Sabtu (4/5), dan Minggu (5/5).

Penangkapan terduga teroris yang dilakukan pada Sabtu (4/5) dan Minggu (5/5) berawal dari penangkapan dua tersangka di Bitung, Sulawesi Utara, yakni RH dan M, pada Kamis (2/5). Terangka RH dan M ditangkap pada saat ingin naik kapal dari Bitung menuju Poso.

Densus 88 juga menangkap tiga terduga teroris, yakni MI (32) yang ditangkap di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi; IF (19) ditangkap di Jl Dr Ratna Jati Bening, Bekasi; dan T(25) ditangkap di Jl Cluster The California, Bekasi. T terpaksa ditembak karena melempar bom kearah Densus 88. Penangkapan ketiganya dilakukan pada Minggu (5/5).

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....