go green
Recent Issues

Serangan Udara Tewaskan Wakil Pimpinan ISIS di Somalia

Serangan Udara Tewaskan Wakil Pimpinan ISIS di Somalia

15 April 2019, 09:00:48

Jakarta -- Sebuah serangan udara menewaskan wakil pemimpin kelompok ISIS yang ada di wilayah semi-otonom Puntland, Somalia. Dalam serangan itu, turut tewas seorang militan lainnya, seperti disebutkan seorang pejabat keamanan setempat, Minggu (14/4).

Seorang saksi mata mengatakan kendaraan 4x4 dihantam oleh beberapa rudal dari jarak 3 km di luar desa Xiriiro di perbukitan Qandala pada pukul 1 malam (10:00 GMT), Minggu (14/4).

"Serangan udara hari ini menewaskan Abdihakim Dhuqub, wakil pemimpin Negara Islam," kata menteri keamanan Puntland, Abdisamad Mohamed Galan, kepada Reuters.

Menurut PBB, Dhuqub membantu mendirikan sel pertama al-Ittihad al-Islamiya (AIAI). Sel ini menjadi awal dari berkembangnya al Shabaab, sebuah kelompok militan yang memerangi pemerintah nasional Somalia selama lebih dari satu dekade. Namun, ia lantas membelot ke ISIS.

Somalia telah terbelah oleh perang saudara dan militan Islam sejak 1991. Saat itu para panglima perang antar klan bekerjasama menggulingkan seorang diktator, namun mereka akhirnya saling berperang sendiri. Perang ini lebih banyak di wilayah selatan ketimbang utara, di mana Puntland berada.

"Beberapa rudal menabrak mobil Suzuki. Kemudian helikopter terbang di atas lokasi kejadian," Mohamed Iid, warga Xiriiro, mengatakan kepada Reuters. "Itu serangan udara yang memekakkan telinga. Kami mencapai tempat kejadian setelah helikopter pergi. Mobil itu benar-benar meleleh."

Matt Bryden, kepala kelompok cendikiawan Sahan Research yang berbasis di Nairobi, menganggap pembunuhan ini tidak memukul ISIS. Sebab, menurutnya kekuatan ISIS di Somalia relatif kecil yaitu antara 150-200 tentara saja.

"(Jika) Anda memperhitungkan bahwa mereka tidak pernah melakukan serangan teror besar meski telah beberapa tahun beroperasi, Anda pada dasarnya memiliki geng yang terjebak di padang pasir," katanya kepada Reuters melalui telepon.

"Hanya karena mereka disebut ISIS, itu tidak menjadikan mereka ancaman yang nyata."

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019 Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Narotama 2019

14 Juni 2019, 09:33:20

Momen Hari Raya Idul Fitri serasa belum lengkap jika kita tidak dapat berjabat tangan dan saling minta maaf–memaafkan secara langsung. Keluarga besar Universitas Narotama (UNNAR) menyempurnakan rangkaian perayaan Idul Fitri 1440 Hijriyah dengan mengadakan Halal Bihalal yang dilaksanakan di Conference Hall Gedung C, Kamis siang, 13 Juni 2019. Kegiatan tersebut semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh mubaligh Dr. KH ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Telkomsel Gaet Ericsson Bangun Infrastruktur 5G
15 Juni 2019, 09:00:09

Telkomsel Gaet Ericsson Bangun Infrastruktur 5G Perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericssonmenyatakan telah melakukan kerja sama dengan Telkomsel untuk membangun infrastruktur jaringan 5G di Indonesia. Melalui laman resmi Ericsson, Telkomsel memilih teknologi jaringan inti NFV Infrastructure (NFVI) .....