go green
Recent Issues

Opsi Kunjungan Menlu RI ke Myanmar Tetap Terbuka

Opsi Kunjungan Menlu RI ke Myanmar Tetap Terbuka

27 Februari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan tetap membuka opsi melakukan kunjungan ke Myanmar untuk mencari solusi penyelesaian krisis pasca kudeta.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, merespons beredarnya kabar rencana kunjungan Menlu ke Myanmar, Rabu (24/2).

"Menlu RI membuka opsi melakukan kunjungan ke Napydaw untuk mencari solusi di tingkat kawasan ASEAN, dengan terus mempertimbangkan situasi di Myanmar," kata Faizasyah.

Faizasyah mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan kedua pihak mengenai krisis politik Myanmar. Menlu RI disebut akan berkunjung untuk membantu menemukan solusi, tetapi belum memiliki agenda kunjungan dalam waktu dekat.

"Kami terbuka untuk kunjungan sebagai opsi, tapi kami harus hati-hati memutuskan (waktunya)," terang Faizasyah kepada AFP.

Pernyataan itu disampaikan Faizasyah setelah dokumen pemerintah Myanmar bocor yang berisi rencana Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengunjungi negara yang dilanda kudeta pada Kamis (25/2) besok.

Akan tetapi, Kemenlu RI membantah kabar Retno Marsudi akan melakukan kunjungan ke Myanmar di tengah gejolak sosial politik akibat kudeta militer.

"Tidak benar," ujar Faizasyah kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Faizasyah melihat perkembangan yang ada saat ini dan setelah berkonsultasi dengan sejumlah negara Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan ke Myanmar. Namun, kemungkinan itu tetap ada.

Indonesia, lanjut Faizasyah, terus berkomitmen untuk berkontribusi dan berkomunikasi dengan Myanmar. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia akan terus berkonsultasi dengan negara ASEAN lainnya membicarakan setiap perkembangan yang terjadi di Myanmar.

Retno, yang kini berada di Thailand, akan menjadi utusan asing pertama yang mengunjungi Myanmar sejak kudeta yang dipimpin militer pada 1 Februari.

Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal Min Aung Hlaing, mengkudeta pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint pada 1 Februari lalu. Alasan militer melakukan kudeta adalah menjaga amanat Undang-Undang Dasar 2008 dan sengketa hasil pemilihan umum.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Selenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian Universitas Narotama Selenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian

14 April 2021, 15:12:11

Universitas Narotama (UN) Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian dengan tema “Konektivitas Pengabdian Melalui Digitalisasi Jurnal di Era Pandemi Covid-19 untuk Kemajuan Bangsa” yang dilaksanakan secara daring dengan `zoom meeting` pada Jumat, 9 April 2021 pukul 08:45 – Selesai (waktu Surabaya). Kegiatan yang diikuti lebih dari 190 peserta ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Okid Parama Astirin, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek
13 April 2021, 09:00:00

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek Jakarta -- Presiden Joko Widodo cuma butuh waktu 10 hari untuk mendapat restu DPR RI melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi mengajukan penghapusan Kemenristek .....

Perusahaan China Tencent Buat Data Center Pertama di RI
14 April 2021, 09:00:00

Perusahaan China Tencent Buat Data Center Pertama di RI Jakarta -- Perusahaan teknologi asal China Tencent Holdings, melalui anak perusahaan Tencent Cloud, resmi meluncurkan Internet Data Center (IDC) pertama mereka di Indonesia. Senior Vice President Tencent Cloud International Poshu Yeung .....