go green
Recent Issues

Kominfo: 849 Situs Provokatif dan Sebar Hoaks di Papua

Kominfo: 849 Situs Provokatif dan Sebar Hoaks di Papua

24 Agustus 2019, 09:00:24

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telahmengidentifikasi 33 informasi palsu dan 849 situs provokatif dan menyebarkan hoaksterkait aksi protes di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengungkap temuan tersebut disebar oleh ratusan ribu pemilik akun media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.
"Pemerintah menyimpulkan meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota di Papua dan Papua Barat mulai berangsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, provokatif, dan rasis masih terbilang tinggi. Setidaknya 33 item [hoaks] dan total 849 URL informasi palsu dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi," tulis Ferdinandus melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/8) malam.
Pria yang akrab disapa Nando ini mengatakan saat ini Kemenkominfo masih melakukan pemblokiran data internet sampai situasi di Bumi Cendrawasih kembali normal.

Maka dari itu, guna mempercepat proses pemulihan di Papua dan Papua Barat, Kemenkominfo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi yang masih diragukan kebenarannya.
"Sekali lagi Kominfo mengimbau para warganet untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau terindikasi hoaks," kata Nando.

Lebih lanjut Kemenkominfo membuka pengaduan konten yang diduga hoaks melalui pesan WhatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di [email protected] serta melalui akun twitter @aduankonten.
Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenshoot atau tangkapan layar dari konten negatif yang ingin diadukan.

Sebelumnya, perlambatan akses dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8) pukul 13.00 WIT. Namun, sekitar pukul 20.30 WIT akses telekomunikasi dinormalkan kembali.

Saat itu Kemenkominfo berhasil mengidentifikasi dua hoaks. Pertama hoaks foto warga Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan kedua hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

OJK Sebut Fintech Perencana dan Agregator Paling Beri Manfaat
21 September 2019, 09:00:00

OJK Sebut Fintech Perencana dan Agregator Paling Beri Manfaat Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi dua dari 15 klaster perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) yang paling memberi manfaat ialah segmen perencana keuangan (financial planner) dan agregator keuangan (financial .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....