go green
Recent Issues

Progres Baru Capai 62 Persen, LRT Jabodebek Beroperasi 2021

Progres Baru Capai 62 Persen, LRT Jabodebek Beroperasi 2021

20 Mei 2019, 09:00:03

Jakarta -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengatakan kemajuan (progress) pembangunan prasarana Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan Jabodebek tahap I mencapai 61,9 persen pada 3 Mei 2019.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menuturkan perseroan menargetkan moda transportasi massa ini bisa beroperasi pada 2021. Kendala utama pembangunan prasaran LRT Jabodebek, menurutnya adalah pembebasan lahan seluas 12 hektar (ha) untuk depo di Bekasi Timur

"Pengerjaan kami target selesai Juli 2020. Lalu, perlu enam bulan uji coba sehingga beroperasi efektif di 2021," katanya, Kamis (9/5).

Ia merincikan progress setiap lintasan yakni, Cawang-Cibubur sebesar 81,7 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 50,7 persen, dan Cawang-Bekasi Timur sebesar 56 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional II Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengungkapkan pembebasan lahan depo di Bekasi Timur baru mencapai 2,1 ha per hari ini, Kamis (9/5). Lamanya pembebasan lahan, katanya, disebabkan proses pembebasan lahan yang rumit.

"Mulai dari pendataan, pengukuruan tanah, musyawarah, kelengkapan dokumen, dan lain-lain," paparnya.

Namun demikian, pemerintah menargetkan pembebasan lahan depo LRT Jabodebek bisa selesai pada Juli hingga Agustus 2019. Sedangkan konstruksi depo LRT Jabodebek di atas lahan 2,1 ha bakal dimulai setelah Lebaran 2019.

Megaproyek transportasi massa ini menelan dana hingga Rp22,8 triliun dengan panjang lintasan mencapai 44 kilometer (Km). Pembangunan LRT Jabodebek sendiri sudah mulai dilakukan sejak 2015.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....