go green
Recent Issues

5 Tip Cari Modal untuk Bisnis di Bulan Ramadan

5 Tip Cari Modal untuk Bisnis di Bulan Ramadan

21 Februari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Sekitar dua bulan lagi, momen ramadan akan datang. Bagi umat muslim, ramadan merupakan momen untuk berpuasa melengkapi ibadah kepada Allah sekaligus menambah pahala. Namun, bagi sebagian orang, ramadan merupakan ladang untuk meraih rejeki musiman.

Salah satunya dengan berbisnis pernak-pernik seputar ramadan. Mulai dari makanan sahur dan berbuka, pakaian muslim dan alat solat, hingga parcel dan kue Lebaran.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan bisnis seputar ramadan bisa menjadi peluang menambah pundi-pundi keuangan, khususnya di era pandemi virus corona atau covid-19. Namun, perlu pintar-pintar menyusun rencana terutama soal modal agar niat mencari untung tak berbalik jadi buntung.

"Ini momen yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis musiman, meski harus dilihat dulu kemampuan modal dan peluang pasarnya," ujar Andy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/2).

Nah, sebelum menghitung modal, maka tentukan dulu barang atau produk apa yang sekiranya mau dijadikan bisnis. Apakah kuliner untuk sahur dan berbuka atau bahkan pakaian Lebaran?

Setelah itu perkirakan pasar, biaya operasional, stok, hingga modal yang dibutuhkan bisa muncul. Bila sudah, maka sekarang menyiapkan rencana untuk memenuhi modal. Berikut tipnya:

1. Tabungan
Andy mengatakan kebutuhan modal bisnis tentu yang paling cepat bisa dipenuhi dengan tabungan karena merupakan dana sendiri. Tapi, ada batas dalam penggunaan tabungan. Idealnya sekitar 30 persen dari total tabungan. Kenapa?

"Agar kalau ada keperluan mendesak yang sudah tidak bisa ditutup dana darurat, masih bisa ditutup dengan tabungan sehingga masih bisa berjaga-jaga. Misal tiba-tiba ada kecelakaan, kendaraan pribadi rusak, itu jadi masih ada bantalan," jelasnya.

Kendati begitu, Perencana Keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie menambahkan penggunaan tabungan sebaiknya merupakan dana yang menganggur atau tidak akan digunakan untuk tujuan tertentu. Tujuannya, agar fokus tabungan tidak terganggu, misal sudah dialokasikan untuk tabungan pendidikan anak.

"Modal bisa diambil dari dana idle atau yang tidak terpakai. Jangan atau hindari penggunaan dana darurat," kata Prita.

2. Hasil Penjualan
Sumber modal ini bisa digunakan bila bisnis menerapkan sistem pembeli memesan dulu (pre-order/PO) dan membayar, baru setelah itu barang dikirim.

Dengan sistem ini, maka mungkin saja tidak perlu alokasi modal khusus untuk memulai bisnis. "Bagi yang mau usaha dengan sistem PO maka juga bisa menambah modal kerja belakangan," ujar Prita.

3. Investasi
Selain tabungan dan keuntungan, Andy mengungkapkan sumber modal bisnis bisa didapat dengan mencairkan investasi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya cairkan investasi yang likuid atau mudah dicairkan.

Pasalnya, kalau mencairkan investasi yang administrasinya cukup lama atau belum jatuh tempo justru bisa merugi. "Hindari juga investasi yang sudah ada peruntukkannya," imbuhnya.

4. Gadai Barang
Menurut Andy, opsi ini memungkinkan asal barang yang digadai bukan yang produktif, misal laptop yang justru bisa menunjang pekerjaan harian dan operasional bisnis sampingan ini. Tapi perlu diingat juga bila gadai ada masa waktunya.

5. Utang
Bagi Andy, utang untuk modal bisnis sebenarnya sah-sah saja karena tujuannya produktif, bukan konsumtif. Apalagi bila utang justru bisa mendatangkan untung besar yang nilainya melebihi biaya utang itu sendiri.

Tapi, Andy menyarankan agar utang benar-benar dijadikan opsi terakhir karena bagaimana pun utang membuat seseorang punya beban atau kewajiban membayar di kemudian hari. Terkadang, bila tidak dikelola dengan benar, utang justru bisa jadi bumerang.

Nah, utang apa saja yang cocok diambil? Pertama, utang yang tak punya beban bunga.

"Ini bisa dengan pinjam ke saudara, kerabat, teman, asal jangan lupa dikembalikan. Jangan mentang-mentang tak ada bunga lalu lupa, nanti hubungan pribadi jadi terganggu karena utang ini," jelas Andy.

Kedua, pilih utang yang bunganya paling rendah. Misalnya, utang di bank. Namun, perlu kalkulasi matang sebelum mengambil utang ini.

"Jangan sampai bunga utangnya lebih tinggi dari estimasi keuntungan yang bisa didapat, nanti malah jadi tidak untung," tuturnya.

Andy menambahkan ada beberapa sumber utang yang sebaiknya dihindari. Misalnya, pinjaman fintech legal karena bunganya tinggi.

Selain itu juga hindari pinjaman online alias pinjol yang belum terdaftar. Sebab, bukan hanya berbunga tinggi, tapi ada bayang-bayang penagihan oleh rentenir.

Berbeda dengan Andy, Prita justru mewanti-wanti agar utang tak diambil. "Tidak disarankan berutang, namun opsi lain adalah bermitra," pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Menjalin Kerja Sama dengan Universitas Indonesia Universitas Narotama Menjalin Kerja Sama dengan Universitas Indonesia

15 April 2021, 08:05:24

Delegasi Universitas Narotama (UN) Surabaya terdiri atas Wakil Rektor I Dr. M. Ikhsan Setiawan, ST, MM dan Kaprodi Manajemen (S1) Agus Sukoco, ST, MM melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia (UI) di kampus Depok, Jakarta, Senin (12/4/2021). Rombongan diterima langsung oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Dr. Tito Latif Indra, S.Si, MSi bersama dengan Kabid Kemahasiswaan lainnya di Gedung PUSGIWA. Pada kesempatan tersebut, delegasi ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek
13 April 2021, 09:00:00

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek Jakarta -- Presiden Joko Widodo cuma butuh waktu 10 hari untuk mendapat restu DPR RI melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi mengajukan penghapusan Kemenristek .....