go green
Recent Issues

Mendorong Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Tembakau

Mendorong Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Tembakau

10 Juni 2019, 09:00:16

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), terkait penguatan inovasi dengan industri dalam bidang riset teknologi dan pendidikan tinggi.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis dengan Menristekdikti Mohamad Nasir yang diwakili oleh Direktur Jenderal (Dirjen) penguatan inovasi Kemristekdikti Jumain Ape.
Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis mengatakan bahwa industri tembakau tengah menuju ke arah pengembangan yang berbasis sains dan ilmu pengetahuan. Dukungan dari Kemristekdikti akan semakin memperkuat indusrti tembakau nasional yang memiliki peranan penting bagi penerimaan negara melalui pajak dan cukai, ketenagakerjaan, inveestasi, usaha kecil dan menengah, serta petani tembakau dan cengkeh.
"Riset dan pengembangan teknologi adalah bagian penting dari bisnis Sampoerna. Di mana Sampoerna senantiasa mematuhi standar ilmiah yang tinggi dalam pengembangan dan penilaian produk-produk kami," ujarnya di Gedung Kemristekdikti Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Dia menuturkan bahwa Sampoerna menghargai upaya dan dukungan pemerintah terutama Kemristekdikti melalui komitmennya untuk mendorong industri tembakau agar mengembangkan riset dan inovasi teknologi. "Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan Sampoerna yang pada akhirnya dapat memperkuat potensi industri tembakau," kata dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) penguatan inovasi Kemristekdikti Jumain Ape mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kerja sama tersebut, karena kemitraan ini akan meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan, peneliti dan ahli untuk memahami, mendorong dan mengawasi kemajuan riset dan inovasi teknologi dalam industri tembakau. Dengan harapan kebijakan buang dibuat para pemangku kepentingan dapat semakin menjaga dan meningkatkan kualitas industri itu.
"Kerja sama ini merupakan awal yang baik bagi pemerintah dan industri tembakau. Dengan secara aktif mendorong riset dan meningkatkan inovasi teknologi akan membuat industri semakin bertumbuh, terutama bagi perkembangan produk tembakau altenatif di Indonesia. Dan di sisi lain pemerintah juga mendapatkan informasi serta pengetahuan baru yang sedang berkembang di industri tembakau," kata dia.



Sumber: OkeZone.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Mulai Hari Ini, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal
17 Oktober 2019, 09:00:16

Mulai Hari Ini, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal Jakarta -- Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) mewajibkan seluruh produk di Indonesia memiliki sertifikat halal mulai 17 Oktober 2019. Hal itu .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....