go green
Recent Issues

Ilmuwan Ini Kembangkan Drone Mungil yang Terpasang pada Capung

Ilmuwan Ini Kembangkan Drone Mungil yang Terpasang pada Capung

07 Juni 2017, 10:33:48

JAKARTA – Para ilmuwan telah mengembangkan pesawat mata-mata terkecil. Perangkat ini terinspirasi oleh alam dengan menggabungkan teknologi tinggi dan serangga hidup.
Dilansir IB Times, Rabu (7/6/2017), perangkat yang dijuluki DragonflEye ini diprakarsai oleh para insinyur yang mengubah capung menjadi drone cyborg jarak jauh. DragonflEye sendiri Teknologi ini pertama kali dikenalkan pada Januari dan bergantung pada optogenetics untuk menggabungkan beberapa bagian anatomi serangga dengan bahan yang merespons dan menghasilkan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang pada saatnya dapat membantu serangga tersebut dinavigasi. Artinya, perangkat teknologi yang berbentuk ransel itu akan dipasang secara fisik pada anatomi serangga.
Teknologi ini juga menggabungkan miniatur navigasi, biologi sintetis, dan neuroteknologi untuk membimbing capung dan tampak seperti ransel yang dirancang untuk capung.
Menurut Draper, aplikasi yang berpotensi melengkapi Dragonflory termasuk penyerbukan, pengiriman muatan, pengintaian bahkan pengobatan presisi dan diagnostik.
“Tahun lalu kami berfokus pada pengembangan teknologi yang memungkinkan inti seperi ransel, optrode, dan toolkit biologi sintesis untuk capung,” kata periset senior DragonflEye Joe Register kepada TechCrunch.
“Sekarang kita berada di tahun kedua dimana kita telah dilengkapi capung dengan ransel generasi pertama yang dapat memantau pergerakan dan penerbangan mereka secara tepat karena data diambil dari sistem navigasi. Hal ini memugkinkan kita untuk mengembangkan algoritma pelacakan onboard yang tepat. Untuk navigasi otonom,” paparnya.
Meski teknologinya relatif mendasar untuk saat ini dan belum bisa mencapai kemampuan manuver serangga, peneliti bertujuan untuk mengarahkan capung tersebut dengan segera.

“Mengarahkan Dragonflour bukan menjadi tujuan untuk saat ini, tapi kami merencanakan untuk melakukannya segera,” kata Register.

“Kami akan menerapkan rangsangan optik dari ransel untuk memicu prilaku penerbangan yang memungkinkan kami mengembangkan kontrol penerbangan otonom,” katanya.
(kem)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
UNNAR dan STKIP PGRI Tulungagung Menjalin Kerjasama UNNAR dan STKIP PGRI Tulungagung Menjalin Kerjasama

17 Januari 2019, 07:12:28

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Universitas Narotama (UNNAR) dan STKIP PGRI Tulungangung menjalin kerjasama yang diwujudkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement). Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan Ketua STKIP PGRI Tulungagung Dr. Imam Sujono, S.Pd, MM pada Rabu, 16 Januari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Ungkap Korupsi Sepak Bola, Jurnalis Ghana Tewas Ditembak
20 Januari 2019, 09:00:00

Ungkap Korupsi Sepak Bola, Jurnalis Ghana Tewas Ditembak Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang jurnalis Ghana, Ahmed Hussein-Suale ditembak mati oleh dua pria tidak dikenal. Mendiang dikenal lantaran mengungkap praktik korupsi dalam dunia persepakbolaan di negaranya. Dikutip dari CNN pada .....

KLHK Sebut Medan, Bandar Lampung dan Manado Kota Terkotor
20 Januari 2019, 09:00:00

KLHK Sebut Medan, Bandar Lampung dan Manado Kota Terkotor Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Medan, Sumatera Utara disebut sebagai kota terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kategori kota metropolitan. Sementara Bandar Lampung, Lampung dan Manado, Sulawesi Utara .....

Guru dan Tenaga Pengajar Harus Diberikan Pelatihan Abad 21
20 Januari 2019, 09:00:00

Guru dan Tenaga Pengajar Harus Diberikan Pelatihan Abad 21 JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng DKI Jakarta sebagai kota pertama dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)guru. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Supriano .....