go green
Recent Issues

Waduh! 25 Kampus Swasta Dihentikan Operasionalnya, Kok Bisa?

Waduh! 25 Kampus Swasta Dihentikan Operasionalnya, Kok Bisa?

17 Oktober 2017, 04:43:02

BANDUNG - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) telah memberhentikan operasional 25 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia karena sudah tidak memenuhi ketentuan pendirian perguruan tinggi.

"Sebanyak 127 perguruan tinggi yang sekarang sedang kami lakukan, sebanyak 25 PTS di antaranya sudah kami berhentikan," kata Menristekdikti Mohamad Nasir di Bandung, baru-baru ini.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang memilah di antara 102 perguruan tinggi terkait dengan pemberhentian operasional. Bahkan, ada beberapa yang tinggal menunggu SK.

Menurut dia, penutupan itu berdasarkan beberapa faktor, seperti tidak bisa mengelola perguruan tinggi dengan baik, sudah tidak ada mahasiswa, dan terakhir terdapat kecurangan-kecurangan saat pelaksanaan operasional kampus.

Sebelum menutup, pihak Kemristekdikti sempat memberikan teguran agar perguruan tinggi yang bermasalah segera memperbaiki kinerja. Akan tetapi, beberapa di antaranya mengabaikan peringatan tersebut sehingga pemerintah terpaksa menutupnya.

"Kalau itu dilakukan proses pembelajaran enggak benar harus kami peringatkan. Kalau sudah diperingatkan berkali-kali dan tidak dijalankan, mereka tidak bisa lagi diperbaiki. Ini harus dihentikan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sudah sepatutnya mencetak lulusan-lulusan terbaik. Hal ini untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar global.

Dengan penutupan perguruan tinggi yang bermasalah, kata dia, semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia yang harus mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga.

"Mutu pendidikan tinggi harus kita tingkatkan, jangan sampai kita meluluskan lulusan abal-abal. Akan tetapi, harus meluluskan lulusan yang terbaik," katanya.

Di sisi lain, salah satu upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan yakni dengan mendorong penggabungan kampus-kampus yang masih dalam satu yayasan. Berdasarkan catatan dari Kemristekdikti, sekira 500 kampus yang akan melakukan merger.

"Kami dorong perguruan tinggi ke depan makin kuat. Mereka sendiri yang ingin merger. Saya sendiri akan fasilitasi," katanya.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
2nd International Symposium on Civil and Environmental Engineering 2018 2nd International Symposium on Civil and Environmental Engineering 2018

08 Desember 2018, 06:37:09

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) mengundang para peneliti dari Universitas Narotama (UNNAR) dalam “2nd International Symposium on Civil and Environmental Engineering (ISCEE`18)” yang dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam acara tersebut berlangsung tiga agenda, yaitu ISuCOS 2018 (International Conference on Sustainable Construction and Structures), ICSEWR 2018 (International Conference on ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News