go green
Recent Issues

OJK Cabut Izin Usaha Bank Muamalat Yotefa

OJK Cabut Izin Usaha Bank Muamalat Yotefa

21 Mei 2019, 09:00:01

Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Muamalat Yotefa. Keputusan ini diambil lantaran pengurus dan pemegang saham tak sanggup menyehatkan keuangan perusahaan yang terus memburuk.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak menyebut BPRS Muamalat Yotefa sebelumnya sempat berstatus Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat kurang dari nol persen.

Status itu diberikan pada 16 Juni 2016 dengan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/6/PBI/2011 tanggal 24 Januari 2011 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/2/DPbS tanggal 31 Januari 2011.

"Penetapan status BDPK tersebut disebabkan kelemahan dalam pengelolaan strategis oleh manajemen BPRS," papar Adolf dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/5).

Akibatnya, kinerja perusahaan menjadi negatif. OJK pun memberi batas waktu agar perusahaan bisa keluar dari status BDPK, namun rupanya keuangan BPRS Muamalat Yotefa tak juga membaik sampai sekarang.

"Upaya penyehatan yang dilakukan oleh pengurus atau pemegang saham untuk keluar dari status BDPK dan BPRS dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 8 persen tidak terealisasi," imbuh dia.

Pencabutan izin usaha ini resmi ditetapkan pada hari ini. OJK meminta nasabah tetap tenang karena seluruh dana masyarakat di BPRS Muamalat Yotefa dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi," terang Adolf.

Proses likuidasi ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

Informasi saja, BPRS Muamalat Yotefa ini berada di Jalan Raya Sentani nomor 110, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara
27 Juni 2019, 09:00:00

Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara Pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Michael Nguyen, seorang warga Amerika Serikat keturunan Vietnam. Michael Nguyen dinyatakan bersalah atas tuduhan makar yang telah dilakukannya bersama dua orang aktivis .....

BMKG Deteksi Kemunculan Beberapa Titik Panas di Riau
27 Juni 2019, 09:00:00

BMKG Deteksi Kemunculan Beberapa Titik Panas di Riau Jakarta -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik-titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di empat kabupaten di Provinsi Riau. Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno, .....

PUPR Siapkan Skema Agar Milenial Bisa Beli Rumah
27 Juni 2019, 09:00:00

PUPR Siapkan Skema Agar Milenial Bisa Beli Rumah Jakarta -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung generasi milenial bisa memiliki rumah dengan harga terjangkau. Saat ini diperkirakan terdapat 81 juta jiwa generasi milenial menjadi pasar .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....